Kamis, 16 April 2026

ATM BCA Dirampok, Rp 1,8 Miliar Dibawa Kabur Dalam 2 Menit

Sebelum hendak mengisi uang mesin ATM BCA Mumbul, mereka mengisi uang di empat lokasi mesin ATM milik bank berbeda

(Tribun Bali/Prima/Istimewa)
Perampokan di BCA Mumbul. 

Di sisi lain, ia juga mempertanyakan pengisian uang ATM yang dilakukan pada malam hari.

"Lalu, kenapa (pengisiannya) harus malam hari? Bisa kan pagi hari, siang hari, sore hari, kan bisa. Ini yang perlu dicek lagi nanti," imbuhnya.

Hadi Purnomo menyatakan, pihak PT Andalan telah melakukan pemaksaan terhadap karyawannya untuk melakukan pengisian uang di malam hari.

Pemaksaan itu terbukti dengan adanya pengisian yang tak lazim dilakukan oleh PT Andalan.

"Ada indikasi pemaksaan dalam kasus ini. Karena kami interogasi, para karyawan ini memang semacam dipaksa oleh perusahaannya. Mereka sebenarnya takut jika mengisi pada malam hari. Mereka juga sudah mengetahui kalau (Kuta Selatan dan Kuta) daerah rawan," tambah Hadi Purnomo, ketika dihubungi via telepon selulernya, kemarin sore.

Ia menambahkan, menurut keterangan saksi, jumlah pelaku yang turun dari mobil sebanyak tiga orang.

Namun jumlah keseluruhan pelaku diduga lebih dari itu. Sebab, saat kejadian para pelaku menggunakan dua mobil jenis Innova dan Avanza berwarna gelap.

Kini kasus perampokan besar ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut tim anggota kepolisian.

Sejumlah saksi mata juga masih diperiksa baik ketiga orang korban maupun saksi mata di sekitar lokasi kejadian seperti pedagang lalapan disamping Kantor BCA Mumbul.

Polisi juga akan memeriksa PT Andalan yang bekerja sama dengan beberapa bank untuk melaksanakan pengisian uang di ATM masing-masing.

Modus Nyaris Sama

Kapolresta Denpasar mengakui perampokan di ATM BCA Mumbul memiliki kemiripan dengan modus perampokan di ATM CIMB Niaga di Nirmala Balangan, Kuta Selatan.

Para pelaku juga menyemprotkan cairan hingga membuat mata korbannya perih dan merasa pusing.

"Hampir mirip, modusnya nyaris sama," imbuhnya.

Meski demikian ia tidak ingin berspekulasi apakah para pelaku dari kasus-kasus serupa merupakan sebuah jaringan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved