BREAKING NEWS - Beredar Kabar Polisi Balikpapan Bunuh Diri, Begini Penjelasan Kapolres
Anggota berinisial Aipda WS (38) diketahui bertugas di unit SPK Polsek Balikpapan Utara.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang anggota Polri berpangkat Aipda dikabarkan meninggal dunia, Minggu (29/4/2018). Anggota berinisial Aipda WS (38) diketahui bertugas di unit SPK Polsek Balikpapan Utara.
Mulanya, beredar kabar tewasnya anggota polisi Balikpapan tersebut lantaran bunuh diri. Informasi tersebut tersebar di saluran grup WhatsApp wartawan.
Baca juga:
Kendati demikian, saat dikonfirmasi Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra membenarkan, pada Minggu (29/4/2018) kepolisian Polres Balikpapan kehilangan salah seorang anggotanya.
Namun ia menepis kabar Aipda WS tewas lantaran bunuh diri.
"Meninggal karena sakit," kata Wiwin saat dikonfirmasi Tribunkaltim.co melalui telepon seluler.
Lanjut perwira 2 melati di pundak tersebut, WS telah lama mengidap penyakit usus buntu kronis.
Sekitar 12.30 Wita, almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Namun, di pertengahan perjalanan, mantan anggota Reskrim Polres Balikpapan tersebut mengembuskan nafas terakhir.
"Habis operasi dia. Gak sembuh-sembuh," katanya.
Baca juga:
Mengenal Callind, Aplikasi Tandingan WhatsApp Karya Gadis Kebumen, Sempat Ditawar Ratusan Miliar
Diego Maradona Beri Kejutan Istimewa untuk Penggemar Belia Asal Kazakhstan
Aipda WS meninggalkan seorang istri dan anak. Belakangan Aipda WS belum lama pindah ke Polsek Balikpapan Utara. Sebelumnya ia merupakan anggota Reskrim Polres Balikpapan.
Aipda WS meminta pindah ke Polsek Utara lantaran dekat dengan rumah.
Tak hanya ia yang mengidap penyakit usus buntu, anaknya pun demikian. Karena itu, permohonannya diterima pimpinan. Kemudian ia bertugas di unit SPK Polsek Balikpapan Utara.
"Orangnya baik. Tak aneh-aneh. Dia minta pindah, karena mau jaga anaknya. Tentunya kami sangat kehilangan," tutur Wiwin. (*)