Rabu, 22 April 2026

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Peringati May Day, Ribuan Buruh Tuntut Kesejahteraan

Hari Buruh Internasional atau biasa disebut May Day yang hari pada 1 Mei hari ini akan dimanfaatkan ribuan buruh di Kaltim untuk menggelar aksi.

Penulis: tribunkaltim |
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi - Buruh bangunan 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono, Christoper Desmawangga, dan Siti Zubaidah

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hari Buruh Internasional atau biasa disebut May Day yang hari pada 1 Mei hari ini akan dimanfaatkan ribuan buruh di Kaltim untuk menggelar aksi.

Di Samarinda, aksi buruh bakal digelar di depan Kantor Gubernur Kaltim dan GOR Segiri, Samarinda.

Agenda tuntutan mereka dihapuskannya Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Besok ada dua lokasi sebagai tempat aksi buruh di Kaltim, yakni di depan kantor gubernuran dan GOR Segiri. Kalau anggota saya (SPSI) demo di GOR Segiri," kata Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kaltim Amir P Ali ditemui di kantor KONI Kaltim, Samarinda, Senin (30/4/2018).

Sementara di Balikpapan, Hari Buruh diperingati dengan menggelar gathering yang rencananya dihadiri 1.000 buruh.

Baca: 11 Kiat agar Kamu Bisa Lari Lebih Jauh Tanpa Lelah

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Merdeka dan Pantai Kilang Mandiri Balikpapan.

Hal itu diungkapkan Tirta Dewi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan.

Pihak Disnaker belum tahu apa aspirasi yang akan disampaikan para buruh.

"Yang jelas para buruh sudah izin akan melakukan aksi, dan panitia sudah terbentuk, izin kepolisian pun sudah oke. Insya Allah ini tahun ketiga, aksi peringatan May Day. Kita ingatkan bahwa May Day is Fun Day, and May Day is Happy Day," ujar Tirta.

Baca: Demi Meghan Markle, Pangeran Harry Langgar Aturan Kerajaan

Kegiatan yang dikemas gathering bagi keluarga buruh di Balikpapan bukan hanya dihadiri para pekerja, tetapi juga anak dan keluarganya.

"Mudah-mudahan seperti tahun lalu ada 1.000 lebih buruh. Kita ingin semua unsur membangun kondisivitas tenaga kerja di Balikpapan" ujar Tirta.

Tak mau ketinggalan dengan para buruh, guru dan tenaga honorer Kaltim juga ikut turun ke jalan menyampaikan beberapa tuntutan.

Rencana tersebut disampaikan Wahyudin, Ketua Forum Tenaga Honorer Kaltim.

Beberapa itu terkait kesejahteraan honorer akan disuarakan dalam aksi memperingati Hari Buruh besok (hari ini).

Baca: Bakal Seru! Siapapun yang Tergabung dengan Indonesia di Piala AFF adalah Grup Neraka

"Kami ikut sampaikan terkait tuntutan dan aspirasi para tenaga honorer. Pertama, kami tenaga honorer meminta Gubernur Kaltim segera menginstruksikan Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah memberikan gaji tenaga honorer sesuai standar UMP Kaltim," kata Wahyudin.

Hal ini mengingat, gaji tenaga honorer tahun 2018 mengalami penurunan dan pemotongan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 1,3 juta.

Selain itu, Wahyudin meminta ada penganggaran dan pengalokasikan dana bantuan keuangan pemprov untuk tunjangan insentif para tenaga honorer yang menjadi wewenang pemerintah kabupaten/kota.

Tak hanya itu, masih banyaknya honorer yang meskipun sudah berusia lanjut, tetapi tak diangkat menjadi PNS juga akan disorot.

"Itu harus mengutamakan pengangkatan dan merekrut tenaga ASN & P3K dari kalangan honorer yang sudah lama mengabdi. Gubernur kami minta segera menyurati BKN dan Menpan-RB agar bisa segera menyelesaikan tenaga honorer yang sampai saat ini belum diangkat," katanya.

Beberapa hal terjait jaminan kesehatan, ketenagakerjaan yang belum tercover juga diharap bisa diselesaikan.

"Harus ada Pergub untuk honorer. Kami butuh kepastian standar upah para tenaga honorer, jaminan sosial BPJS Kesehatan dan Ketenaga kerjaan. Begitu juga untuk hak cuti dan istrahat," katanya.

Siap Fasilitasi
Lebih lanjut Ketua SPSI Kaltim Amir P Ali mengatakan, rencana aksi Hari Buruh mengusung teman TKA.

Isu tersebut, dianggap merugikan kelompok buruh yang membutuhkan pekerjaan.

"Isu demo besok soal Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA). Karena kebijakan itu, dianggap memudahkan TKA. Dan itu merugikan tenaga kerja lokal," kata Amir.

Menurut dia, tuntuan buruh itu agar pemerintah mencabut Perpres tersebut dan mengutamakan tenaga kerja lokal menjadi prioritas dalam beberapa proyek pembangunan berskala nasional.

"Usulan nanti akan disampaikan dalam aksi atau demo para buruh. Saya nanti akan berorasi mengakomodir tuntutan para buruh soal pencabutan perpres itu. Usulan serikat buruh di Kaltim akan kita sampaikan ke pengurus pusat," ujarnya.

Disinggung soal standar Upah Minimum Provinsi (UMP), Amir mengatakan, UMP sedang dalam tahap verifikasi di Pemprov dan Disnaker Kaltim.

"Isu UMP tidak kita suarakan, karena sekarang sedang proses verifikasi. Kita usulkan UMP Rp 2,4 juta. Kalau untuk UMK itu ditentukan masing-masing," tambah Amir.

Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim siap memfasilitasi aksi buruh asal Kaltim yang mengajukan tuntutan pencabutan Perpres tentang TKA.

Hanya saja, perlu persiapan dasar pencabutan Perpres tersebut dari kelompok buruh.

Menurut Rusman, jika kelompok buruh se Kaltim melakukan aksi atau demo menuntut dicabutnya Perpres, maka harus ada analisa hukum terkait alasan itu.

"Siapapun boleh melakukan aksi dan mengusulkan tuntutan. Kita siap memfasilitasi ke pusat. Tetapi dengan jalur yang bisa dilakukan Dewan. Tetapi harus ada alasan logik," kata Rusman.

Memfasilitasi usulan kelompok buruh, bisa melalui jalur DPR RI atau langsung ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

"Dasar hukum dan aturan usulan teman-teman buruh, harus dipersiapkan. Pemerintah pusat pasti memiliki argumentasi juga," ungkap Rusman.

Pengamanan
Peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei juga bakal diperingati buruh-buruh di Samarinda.

Dari informasi yang masuk dari kepolisian, peringatan May Day akan digelar dengan upacara oleh buruh di GOR Segiri, Jl Kesuma Bangsa.

Jajaran kepolisian dari Polresta Samarinda belum mendapatkan informasi tentang adanya aksi unjuk rasa menyambut May Day.

"Demo tidak ada, hanya upacara saja di GOR Segiri, selain itu juga ada pemotongan tumpeng oleh buruh," ucap Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Senin (30/4/2018).

Kendati demikian, pihaknya tetap menyiagakan personel pengamanan guna mengamankan jalannya peringatan Hari Buruh.

"Kita siapkan 700 personel, mulai pengamanan upacara dan kegiatan lainnya," terangnya.

Dia berharap, agar peringatan May Day dapat dilaksanakan dengan kegiatan yang positif, termasuk kegiatan sosial.

"Lebih baik laksanakan kegiatan yang happy-happy lah," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved