Gereja di Surabaya Dibom
Saksi Mata: Saya Lihat Korbannya, Pelaku Bomnya, Semua, Saya Tidak Bohong!
Mulyanto mengatakan, ketiganya yang terdiri dari seorang dewasa dan dua anak-anak berbelok masuk tepat di depan gereja.
Pagi itu, dia melihat ada sekitar tiga wanita hendak memasuki gereja sekitar pukul 07.25 WIB.
"Tiga orang itu semuanya cewek. Pakaiannya mereka serba hitam, bercadar, bawa tas, dan pakai rompi," ungkap pria yang akrap disapa Tardi itu.
Baca: Viral! Foto Kapolri Cium Seorang Pemuda, Kisah di Baliknya Menyayat Hati

Baca: Beredar Rekaman CCTV Detik-detik Sebelum Ledakan di Gereja Santa Maria Surabaya
Tardi mengatakan, setelah itu, ledakan terjadi di depan gereja.
Dia menduga, ketiganya membawa bom yang kemudian meledak.
"Saya lihat korbannya, pelaku bomnya, semua, saya tidak bohong, satu cewek itu bawa anak kecil dua anak remaja, sepertinya anaknya," ujarnya.
Baca: Najib Diisukan Kabur Naik Jet, Grup Rajawali Bantah Bantu Mantan PM Malaysia Masuk Indonesia
Setelah itu, lanjut Tardi, dia melihat beberapa orang tergeletak di parkiran sepeda motor.
Menurut Tardi, satpam GKI Diponegoro Surabaya juga menjadi salah satu korban terkena serpihan bom sehingga mengalami luka di bagian paha dan mulut.
Setelah ledakan terjadi, para jemaat masih berada di dalam gereja.
"Mereka (jemaat gereja) enggak boleh keluar semua awalnya, gak lama polisi datang," tuturnya. (*)