Rabu, 8 April 2026

Ramadan Sudah Seminggu, Harga Ayam di Pasar Pandansari Masih Mahal

Padahal harga sebelum ramadan, daging ayam tersebut masih dikisaran harga normal. Seperti yang paling besar harganya

Penulis: Budi Susilo | Editor: Januar Alamijaya

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Seminggu berjalan bulan ramadan, komoditas daging ayam potong mentah masih harga yang di awal puasa ramadan, mahal dari harga biasanya.

Hal ini berdasarkan pengamatan Tribunkalim.co sekitar pukul 09.00 Wita di kawasan Pasar Pandansari, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (23/5/2018).

Situasi kondisi pasar tetap seperti biasa banyak pedagangan yang membuka lapak jualannya, termasuk pedagang daging ayam potong yang bisa ditemui di beberapa titik, bagian luar dan dalam pasar.

Baca: Ini 10 Makanan Rahasia Ratu Elizabeth II yang Bikin Dirinya Berumur Panjang, Ada dari Indonesia

Harga yang terpantau, masih berlaku seperti awal puasa ramadan, belum ada lagi kenaikan harga saat berjalan seminggu puasa ini.

Satu di antaranya, Junaidi, pedagang ayam potong, mengaku, harga masih stabil berlaku harga yang masih semula saat awal ramadan.

"Yang paling besar harganya Rp 50 ribu. Yang ukuran sedang Rp 45 ribu dan yang paling kecil kena harga Rp 25 ribu," urainya.

Baca: Sudah Makan Banyak Saat Sahur Tapi Masih Lapar? Coba Konsumsi 8 Buah Ini

Padahal harga sebelum ramadan, daging ayam tersebut masih dikisaran harga normal. Seperti yang paling besar harganya Rp 45 ribu sedangkan yang ukuran sedang hanya Rp 38 ribu. Dan ayam paling kecil berbandrol Rp 22 ribu.

Pemberitaan Tribunkaltim sebelumnya, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Yosmianto, ungkapkan, penyebab kenaikan harga daging ayam potong di Kota Balikpapan dipengaruhi kekurangan pasokan ayam.

Beberapa peternak ayam ada yang mengalami gagal kembang biak karena ada serangan wabahInclusion Body Hepatitis.

Penyakit ini menyerang ayam sekitar dua minggu yang lalu. Dampak dari penyakit ini mengakibatkan ukuran tubuh ayam menjadi kerdil bahkan berujung pada kematian.

“Pasokan ayam di Kaltim dari Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara (sekitar 45 menit dari Kota Balikpapan). Seharinya, pasokan ayam rata-rata hanya 30 ribu ekor saja,” katanya.

Secara ilmu medis unggas,Inclusion Body Hepatitis sejenis penyakit akut yang bisa menyerang ke ayam yang berusia sekitar empat sampai delapan minggu. Ciri ayam yang terkena virus ini biasanya bisa dikenali dari fisiknya.

Baca: Membandingkan Kinerja Jokowi dan Soeharto, Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Soal Ujian Matematika

Seperti bagian sayap ayam terkulai, jengger ayam pucat. Puncaknya, memunculkan kematian secara mendadak.

Ayam yang terserang penyakit ini biasanya pengaruh dari lingkungan sekitar yang sudah tercemar adanya hewan yang sakit.

Penularannya terjadi secara horizontal, bisa melalui feses, makanan dan minuman.

“Kemungkinan virus menyebar secara perlahan dari satu kandang, ke kandang lainnya,” ungkap Yosmianto.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved