Minggu, 12 April 2026

Gagal Lulus Ujian Tertulis, Peserta Curhat Seputar Proses Seleksi Kepala ORI Perwakilan Kaltim

Namun perlu digarisbawahi, kata Anugrah, uneg-unegnya ini bukan untuk menjelek-jelekkan ORI Kaltim.

Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Anugrah (kiri) salah seorang peserta yang tidak lulus seleksi bersama Ketua FS PTTH Fesdikasi Samarinda Wahyudin menyampaikan uneg-uneg seputar seleksi Kepala ORI Perwakilan Kaltim, Minggu (27/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru-baru ini, Panitia Seleksi Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltim telah mengumumkan 4 nama peserta yang lolos Ujian Tertulis berhak maju ke tahap akhir, yakni Profile Assesment dan wawancara yang rencananya akan digelar dari tanggal 23 - 25 Mei 2018 mendatang.

Sebanyak 4 nama ini sebelumnya telah berhasil menyisihkan 9 lain yang telah dinyatakan lulus Seleksi Administrasi dan berhak maju ke tahap selanjutnya, yakni Ujian Tertulis yang telah digelar tanggal 22 Mei 2018 lalu.

Seperti pada umumnya, hasil seleksi tentunya tak bisa memuaskan semua pihak.

Salah satu ketidakpuasan terhadap proses seleksi diungkapkan Anugrah, peserta yang namanya tidak masuk ke dalam 4 besar yang dinyatakan lulus Ujian Tertulis.

Mengawali perbincangan dengan Tribunkaltim.co, Minggu (27/8/2018), Anugrah menyebut bahwa ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam proses seleksi Ketua ORI di daerah kedepannya. 

Baca juga:
 
 

Seperti halnya pada saat pengumuman ujian tertulis, kata perempuan yang pernah menjabat Asisten di ORI Kaltim ini, harusnya berapa perolehan nilai masing-masing peserta bisa diumumkan secara transparan.

Dia juga menyayangkan masuknya unsur penilaian masyarakat dalam tahapan ujian tertulis, yang sebelumnya tidak disebutkan dalam pengumunan pendaftaran.

Sebagai peserta, dia mengaku tidak tahu siapa dan seperti apa penilaian masyarakat yang dimaksud. Dan tentunya, penilaian seperti ini sangatlah subjektif dan tidak terukur. 

Idealnya, jika ORI memang membutuhkan pihak lain untuk memberikan penilaian, bisa melibatkan pihak-pihak independen seperti akademisi, praktisi dan orang-orang yang memiliki kompetensi lainnya.

Jika seleksi ini terkesan tertutup, maka menurutnya sangat lumrah muncul banyak tanda tanya, serta dugaan-dugaan negatif di benak masyarakat, khususnya peserta yang dinyatakan tidak lulus. 

"Masyarakat mana yang dimaksud ? saya sebagai peserta juga nggak tahu. Saya ini kan agak vokal orangnya. Kalau yang disuruh menilai, yang katanya masyarakat kebetulan nggak suka dengan saya kan tentunya penilaiannya nggak bagus. Kalau yang ditanya kebetulan suka dengan saya bisa saja penilaiannya bagus," ujarnya. 

Begitu juga dengan seleksi wawancara, yang kabarnya juga akan melibatkan para asisten yang notabene nantinya akan menjadi 'anak buah' Kepala ORI Kaltim terpilih.

Memang nantinya, kata dia, wawancara ini juga akan melibatkan Komisoner ORI Pusat. Tapi keterlibatan asisten yang nantinya akan menjadi anak buah, tentulah sangat tidak etis. 

Namun perlu digarisbawahi, kata Anugrah, uneg-unegnya ini bukan untuk menjelek-jelekkan ORI Kaltim.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved