KTP Tercecer di Bogor, Retno Mengaku Kaget Padahal Tak Pernah Mengurus Penukaran e-KTP
KTP elektronik miliknya menjadi viral di medsos, media elektronik, dan televisi karena menjadi bukti satu dari ribuan lembar e-KTP yang tercecer
"Kata orang pembuatan E-KTP itu memang lama. Setelah e-KTP Retno didapat, sampai sekarang, ia masih menggunakan e-KTP tersebut," terangnya.
Ditegaskan Herman, sejak memperoleh e-KTP tersebut anaknya tidak pernah melakukan penukaran e-KTP.
"Karena dapatnya lama, jadi dia sampai sekarang masih pake E-KTP itu, tidak pernah menukar ataupun mengembalikan, alamat kecamatan yang seharusnya sudah berubah menjadi Kecamatan Belimbing belum ia ubah, makanya saya bingung bagaimana ada e-KTP serupa punya retno," tegasnya.
Ditambahkan Herman, terkait adanya penemuan E-KTP dengan identitas anaknya tersebut,ia meminta agar e-KTP tersebut diserahkan kepada keluarga.
"Kami minta e-KTP itu, biar kami saja yang memusnahkannya jika memang mau dimusnahkan, kami khawatir jika tidak kami terima e-KTP tersebut disalahgunakan oleh orang lain. Kalau itu terjadi tentu kami yang akan dirugikan," pungkasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Cinta Kasih, Samson membenarkan Retno Herianto adalah warga Desa Cinta Kasih.
"Dia memang warga kami, anaknya polos dan tidak banyak ulah, setahu saya saat ini dia memang sedang sakit," ujarnya.
Dikatakan Samson, dia tidak mengetahui terkait proses pembuatan e-KTP Retno.
"Kalau pembuatannya di Kecamatan Belimbing saya pasti tahu, dan setahu saya untuk di Desa Cinta Kasih tidak ada warga yang mengembalikan E-KTP yang rusak atau invalid melalui kantor desa," jelasnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Muaraenim, Drs H Iqbal Romzi, sudah mengetahui ada e-KTP milik warga Muaraenim ikut tercecer di Bogor.
"Semenjak berita itu heboh, Dirjen Dukcapil Kemendagri langsung memerintahkan stafnya untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan dan ternyata benar di antara KTP tersebut ada yang berasal dari Muaraenim. Setelah diperiksa KTP tersebut ternyata sudah rusak dan invalid," tegasnya.
Dijelaskan Iqbal, KTP yang ditemukan tersebut adalah KTP yang dicetak pada 2012-2013 yang lalu.
"e-KTP tersebut infonya berasal dari gudang di Jakarta dan rencananya mau dipindahkan ke Bogor, karena KTP-nya sudah rusak, namun alasan pemindahannya kami tidak tahu, karena itu wewenangnya Kemendagri, mungkin akan dimusnahkan atau memiliki alasan lainnya," jelasnya.
Dikatakan Iqbal, yang pastinya setiap e-KTP yang rusak atau invalid yang ada di Disdukcapil Muaraenim langsung dikembalikan ke pusat.
"Karena arsipnya pasti akan diminta, dan banyak alasan penggantian e-KTP misal KTPnya rusak, ada perubahan data, atau adanya kesalahan dalam pencetakan. Setiap kali dilakukan penggantian e-KTP, KTP asli sebelumnya akan kami minta untuk arsip yang kemudian akan kami kembalikan ke pusat," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ktp-tercecer_20180529_205550.jpg)