Pemerintah Israel Larang Turis Indonesia Berkunjung Mulai 9 Juni 2018
Baru-baru ini, orang-orang Israel masih bisa mengunjungi Indonesia menggunakan visa turis atau visa bisnis perorangan.
Sementara jumlah turis Indonesia yang datang ke Israel mencapai sekitar 40 ribu per tahun.
Pada hari Selasa (29/5/2018), Israel membom sasarannya di jalur Gaza setelah puluhan roket dan bom mortir ditembakkan ke negara tersebut yang dilakukan oleh Hamas dan militan Jihad Islam.
Dawood Shihab, orang Palestina perwakilan dari Jihad Islam mengumumkan bahwa akan ada mediasi yang dijembatani oleh Mesir.
Para pejabat Israel membantah gencatan snejata tersebut, namun menurut berbagai laporan, pertikaian telah terhenti sejak Rabu pagi.
Situasi di Gaza kembali meruncing sejak akhir Maret.
Semua ini dimulai ketika puluhan ribu orang Palestina mulai berbaris menuju perbatasan Israel yang dilindungi oleh pagar.
Aksi protes ini dijuluki sebagai “Great March of Return.”
Lebih dari 110 orang Palestina meninggal dan ribuan lainnya terluka dalam bentrok antara pengunjuk rasa dan Militer Israel, menurut kementrian kesehatan Palestina di Gaza.
Insiden ini telah menimbulkan kritik internasional.
Sementara di sisi lain, Turki mengusir duta besar Israel.
Voting Dewan Hak Asasi Manusia PBB dilakukan untuk mendukung penyelidikan tindakan Israel terhadap demonstran.
Dua negara yang memutuskan menentang keputusan tersebut adalah Amerika dan Australia. (Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Israel Larang Turis Indonesia Kunjungi Negaranya Mulai Bulan Juni, Ini Penyebabnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/demo-di-palestina_20171210_091537.jpg)