10 Fenomena Langka di Langit Malam Selama Bulan Juni 2018 Ini, Ada Fase Bulan Purnama
Pada akhir bulan, Bulan akan mekar dalam fase purnama, yang secara astronomis akan terjadi pada pukul 11:54 WIB.
Pada tanggal tersebut posisi Bulan sudah mencapai 90° terhadap posisi Matahari di langit Bumi.
Kita akan melihat separuh bagian Bulan saja yang tersinari Matahari, sebagian lainnya masih malam hari.
Secara astronomis, fase separuh awal akan terjadi pukul 17:52 WIB.
Kita sudah bisa melihat Bulan di langit atas kepala tepat saat Matahari terbenam, hingga pukul 23:26 ketika Bulan separuh awal sudah berada di ketinggian 8° dari cakrawala barat.
7. 21 Juni 2018: Solstis, Titik Balik Matahari
Solstis atau Titik Balik Matahari akan terjadi pada 21 Juni pukul 16:54 WIB.
Pada peristiwa ini Matahari akan berada rendah di atas cakrawala bagi orang-orang yang berada di belahan Bumi selatan.
Menjadikannya hari pertama musim dingin di sana.
Sementara di belahan Bumi utara, Matahari berada lebih tinggi di atas cakrawala, sehingga menjadi penanda hari pertama musim panas.
8. 24 Juni 2018: Konjungsi Bulan dengan Planet Jupiter
Pada 24 Juni 2018, Bulan akan memandumu dalam menemukan sang planet terbesar di tata surya kita ini.
Konjungsi ini akan mencapai puncaknya pada pukul 01:47 WIB, yang mana kala itu nantinya kita akan melihat planet Jupiter yang berada sejauh 4°13' di arah selatan Bulan.
Namun, kamu perlu teleskop untuk bisa melihat Jupiter lebih jelas lengkap dengan bulan-bulan terbesarnya.
9. 27 Juni 2018: Oposisi Saturnus
Saturnus mencapai titik oposisi pada pukul 20:15 WIB. Ini adalah saat terbaik untuk mengamati sang planet bercincin karena juga sedang berada di jarak terdekatnya dengan Bumi.