Diet

Sudah Melakukan Kebiasaan Sehat tapi Kok Berat Badan Tak juga Ideal?

Nah, umumnya hal tersebut disebabkan langkah-langkah keliru yang tanpa kita sadari justru menggagalkan usaha menurunkan berat badan.

THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi 

Berdasarkan riset yang ditebritkan dalam BMC Public Health, kombinasi olahraga kardio dan beban selama 12 minggu dapat membuat orang-orang dengan berat badan berlebih kehilangan banyak lemak di tubuh.

Latihan kekuatan sangat penting karena kita cenderung kehilangan otot saat menurunkan berat badan.

Berdasarkan penuturan Trenteseaux, otot merupakan jaringan aktif secara metabolik yang akan membakar lebih banyak kalori saat istirahat.

Ini berarti sangat membantu kita menurutkan berat badan dalam jangka panjang.

Trenteseaux menyarankan kita untuk melakukan latihan kekuatan intensitas tinggi tiga kali setiap minggu.

Ia juga merekomendasikan agar kita mengkombinasikan latihan tersebut dengan olahraga kardio sebanyak satu sampai tiga kali setiap minggu demi hasil yang maksimal.

Latihan interval intensitas tinggi ampuh untuk mengusir lemak di tubuh.

Dan, jika kita ingin mengkombinasikannya dengan latihan kardio dan resistensi pada hari yang sama, cobalah untuk melakukan latihan angkat beban pada sesi pertama.

Setelah itu, kita bisa melakukan latihan intensitas tinggi sebagai penutup sesi olahraga.

"Dengan cara ini, kita memiliki banyak energi untuk latihan resistensi," paparnya.

5. Mengganti gula dengan pemanis buatan

Mengonsumsi hidangan penutup dengan pemanis tambahan memang sangat nikmat.

Sayangnya, pemanis buatan yang kita tambahkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Pemanis buatan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2 dan masalah jantung.

Menurut Trenteseaux, beberapa riset juga membuktikan pemanis buatan dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.

"Ada begitu banyak riset yang membuktikan efek dari pemanis buatan ini," tambah Ansel.

Menurutnya, pemanis buatan cenderung berefek negatif pada kesehatan manusia.

"Ketika menginginkan sesuatu yang manis, buatlah sendiri dengan gula seminimal mungkin, kata Ansel.

Dengan cara tersebut, kita bisa mengendalikan asupan gula dan memuaskan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis pada saat bersamaan.

6. Memilih camilan yang bebas gluten

Diet bebas gluten telah dipercaya sebagai cara untuk menurunkan berat badan yang ampuh.

Sayangnya, tipe diet tak selamanya berjalan efektif.

Diet bebas gluten memang bermanfaat bagi mereka yang memiliki penyakit celiac, sindrom iritasi usus atau masalah lambung lainnya yang bisa diperparah oleh gluten.

"Namun gluten akan membuat makanan terasa ringan dan hambar.

Jadi, ketika produsen makanan menghilangkan gluten, mereka harus menambahkan bahan berkalori tinggi lainnya," ucap Ansel.

Bahan berkalori tinggi ini bisa berupa lemak, gula dan pati agar makanan terasa enak. Oleh karena itu, makanan bebas gluten seringkali justru memiliki lebih banyak kalori.

Jika kita memiliki penyakit yang diwajibkan untuk mengonsumsi makanan bebas gluten, Ansel menyarankan kita untuk memilih makanan yang diproses secara minimal.

Kita bisa memilih beras merah, quinoa, kentang panggang atau ubi jalar.

Tapi, jika kita tak memiliki masalah dengan gluten, kurangilah konsumsi karbohidrat yang biasa kita makan.

Hindarilah karbohidrat yang terkandung dalam makanan seperti roti putih dan sereal mengandung gula.

Makanan dengan kandungan kalori yang rendah dan kaya akan serat seperti biji-bijian, juga bagus untuk tubuh. (Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Kebiasaan "Sehat" yang Justru Menggagalkan Diet"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved