Khasiat Teh dari Pohon Bangkirai Khas Kaltim, Kolesterol dan Gula Darah Langsung Turun!
"Tapi Irai ini dari daun pohon bangkirai. Salah satu jenis pohon Dipterokarpa yang merupakan pohon khas Kaltim," kata Eded.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Teh Irai jadi salah satu produk penelitian yang diekspose Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (BP2EHD) Kaltim, Rabu (4/6/2018).
Teh Irai merupakan teh yang dihasilkan dari daun pohon bangkirai.
Kabid Data dan Informasi BP2EHD, Eded Suryadi menuturkan, Teh Irai memiliki khasiat untuk menurunkan kadar gula darah, dan kolesterol.
"Tapi Irai ini dari daun pohon bangkirai. Salah satu jenis pohon Dipterokarpa yang merupakan pohon khas Kaltim," kata Eded.
Baca: Viral Balita Korban Selamat KM Lestari Maju, Menangis Usai Terombang-ambing di Lautan
Baca: Rusmadi Percayakan Hasil Akhir Pilgub Pada KPU Kaltim
Teh Irai kini sudah mengantongi izin Industri Rumah Tangga (IRT) dari Kementerian Kesehatan.
"Jadi, penderita diabetes yang kadar gulanya sampai 400, bisa turun jadi 110 dalam waktu sepekan. Minum Teh Irai ini dua kali sehari. Tapi tidak bisa diminum sembarangan," kata Eded.
Baca: Intip Rumah Baru SBY Seharga Rp 300 Miliar, 2 Hal yang Bikin Beda dengan Tetangga
Sementara, Adrian Fernandes, Peneliti Pengolahan Hasil Hutan Dipterokarpa, yang merupakan penemu Teh Irai mengungkapkan, khasiat daun pohon bangkirai sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati gula darah.
"Warga di Nyapa Indah, Kabupaten Berau banyak memanfaatkan daun ini untuk mengobati diabetes dan kolesterol. Kemudian kami teliti secara scientify di laboratorium," kata Adrian.
Baca: Bukannya Beribadah, Pria Ini Malah Mencuri di Masjid
Baca: Ini Sanksi bagi Pelanggan yang Menunggak Bayar Rekening Listrik
Hasil penelitian menunjukkan daun Pohon Bangkirai mengandung Triterpenoid dan Alkaloid.
Senyawa yang membuat daun ini punya khasiat kesehatan.
"Agar fungsinya makin baik, kita campur dengan daun pegagan dan daun stevia sebagai pemanis," ujar Adrian.
Baca: Jalur Udara di Berau akan Semakin Ramai, 2 Maskapai Ajukan Rute Baru
Baca: Cuplikan Kilas Balik Laga Uruguay vs Perancis di Piala Dunia
Teh Irai, kata Adrian, sudah dikemas dalam bentuk celup.
Untuk isi 10, dibanderol Rp 30 ribu.
"Kita ingin menghadirkan obat alternatif diabetes dengan rasa manis. Makanya kita pakai daun Stevia sebagai pemanis alami. Karena selama ini obat diabetes itukan selalu pahit," kata Adrian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/teh-chamomile_20150527_084456.jpg)