Sabtu, 25 April 2026

Jelang Pilpres 2019, Pendukung Jokowi dan Prabowo Saling Unjuk Kekuatan

Sang Petahana, Presiden Jokowi dan calon penantangnya Prabowo Subianto sepertinya mulai unjuk kekuatan basis dukungan

Editor: Sumarsono
Tribunnews/HO/Setpres/Rusman
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sang Petahana, Presiden Joko Widodo dan calon penantangnya Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto sepertinya mulai unjuk kekuatan basis dukungan jelang pertarungan Pilpres 2019 mendatang. Sabtu (7/7) kemarin, dua massa pendukung mulai unjuk gigi menyatakan dukungan.

Adalah para purnawirawan Kopassus, yang hadir pada saat halal bihalal dan reuni akbar purnawirawan Korps Baret Merah Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta Timur . Tersirat, menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto yang tak lain mantan Pangkostrad. Ketua panitia acara tersebut, Wardiman menyatakan pihaknya sangat menghargai kehadiran Prabowo dalam acara reuni akbar tersebut.

Semangat para purnawirawan yang hadir seakan menjadi berkobar karena kehadiran Prabowo. "Kehadiran Bapak di tengah-tengah kita membuat semangat kami para purnawirawan terus ada," kata Wardiman ketika memberikan sambutan.

Baca: Ketua Umum Golkar Mendadak Temui Isran Noor, Ini yang Dibicarakan

Pada kesempatan yang sama, perwakilan purnawirawan Kopassus Letjen (Purn) Yayat Sudrajat menyatakan, kondisi negara saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi tersebut dilihat dari banyak aspek kehidupan. Oleh karena itu, butuh perubahan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Bahkan, Yayat menyerukan kepada para purnawirawan Kopassus untuk mendukung Prabowo sebagai calon Presiden 2019.

"Kita ganti presiden 2019, dan tumbangkan kerbau hitam bermoncong putih, mari kita pilih pimpinan nasional kita dalam konteks strategis nasional dan global, mampu dan berani," sebut Yayat.

Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 09.45. Halal bihalal dihadiri lebih dari 500 orang yang merupakan anggota Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang berada di bawah Partai Gerindra. Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 1996-1998 .

"Prabowo, Presiden. Prabowo, Presiden," teriak para purnawirawan yang hadir saat menyambut kedatangan Prabowo. Acara tersebut diawali sambutan-sambutan dari panitia dan tentunya Prabowo.

Prabowo dalam sambutannya di acara itu menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. "Saya ucapkan terima kasih atas kehormatan yang begitu besar," ucap Prabowo kepada ribuan Purnawirawan Kopassus.

Baca: Bawa Merah Putih di Kejuaraan Internasional, Marching Band SMP Patra Dharma Gelar Konser Pamit

Di tempat lain, sejumlah pejabat negara terlihat hadir di acara Rembuk Nasional Aktivis 98 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka yang hadir antara lain, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, serta Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dan beberapa yang lain.

Ngabalin saat ditemui menjelaskan bila kehadirannya ke acara tersebut untuk mendampingi Presiden Joko Widodo yang direncanakan hadir. "Yang pertama saya dikordinir oleh sekretariat negara dan sebagai tenaga ahli utama di kantor staff keprisidenan dan diamanahakan oleh presiden untuk juru bicara pemerintah," ujar Ngabalin.

Selain itu dalam rembuk nasional ini, bagi Ngabalin ajang reuni dengan kawan-kawan 98 silam. "Kami masih mahasiswa UI 98 jadi paling tidak saya bisa datang bertemu dengan banyak teman- teman di jalan ada Adian ada Faisal ada Benni ada Wahab ada banyak disini," ujar Ngabalin.

Baca: Ngamuk di Babak Kedua, Borneo FC Hajar Perseru Serui 5-1!

Terkait usulan dari aktivis 98 yang mengusulkan 7 Juli sebagai Hari Bhineka Tunggal Ika, Ngabalin pun menyambutnya dengan baik. "Boleh saja nanti akan dipertimbangkan di sekretariat negara, kami juga di KSP, di kantor staf khusus kepresidenan akan mendiskusikan, kita tunggu nanti apa yang mereka mau sampaikan kepada presiden," ujar Ngabalin.

Termasuk usulan bila korban-korban 98 yang diusulkan juga menjadi pahlawan reformasi. "Monggo, apa aja nanti yang akan disampaikan di hadapan presiden, saya melihat agendanya mereka akan menyampaikan dalam bentuk deklarasi jadi nanti kita tunggu mudah-mudahan bermanfaat untuk kepentingan bangsa dan negara dan seluruh umat manusia di republik ini," ujar Ngabalin.

Para aktivis 98 mendukung Jokowi untuk dua periode lantaran Jokowi dianggap memiliki pandangan yang sejalan dengan kawan-kawan 98. "Satu-satu Presiden dari rakyat punya karakteristik sosialsocaity punya pandangan-pandangan yang sejalan dengan kawan 98," ujar Faizal.

Baca: Kans Prabowo Jadi Capres Tinggal 50 Persen, Siapa Penantang Potensial Jokowi di Pilpres 2019?

Selain itu, Faizal mengatakan setelah dilakukan rembuk nasional aktivis 98, mereka juga akan merekomendasikan siapa cawapres yang pantas mendampingi Jokowi pada pilpres 2019. "Kita akan kaji figur yang tepat kalo dimungkikan mendampingi Jokowi seperti apa, ada Mahfud MD, Moeldoko, Sri Mulyani, kita pantau, kita mencermati," ucap Faizal. (tribun network/yan/mam/yat)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved