Sabtu, 11 April 2026

Pileg 2019

Modal Caleg Bisa Miliaran, Politisi Golkar Kaltim ini Siapkan Jam Dinding 1 Kontainer

Masih ingat pesta demokrasi Pemilihan Legislatif 2014? Pemilu Legislatif 2014 lalu disebut-sebut pemilu sarat dugaan money politics

Editor: Sumarsono
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Syahrun, Ketua DPRD Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih ingat pesta demokrasi Pemilihan Legislatif 2014? Pemilu Legislatif 2014 lalu disebut-sebut pemilu sarat dugaan money politics (politik uang).

Pemicunya adalah, ketatnya persaingan antarcalon legislatif (caleg) dari masing-masing partai. Terutama di daerah pemilihan dengan jatah kursi cukup banyak, seperti Samarinda, Kukar, dan Balikpapan.

Tidak menutup kemungkinan, para bakal caleg harus menyiapkan 'amunisi' (modal uang) dengan nominal ratusan juta hingga miliaran rupiah. Indikator itu menjadi alasan caleg bisa meraup suara sebanyak-banyaknya, dengan menggunakan segala cara.

Baca: Usai Bertemu Jokowi, Presiden Mikronesia yang Berdarah Ambon Sekalian Pulang ke Kampung Halaman

Dengan memiliki kekuatan finansial, caleg berpeluang bisa terpilih. Caranya, dengan rutin melakukan sosialisasi, memberikan bantuan atau souvenir, seperti jam, payung, sembako dan kaus sehingga menarik simpatik pemilih.

Kebijakan partai politik biasanya menempatkan posisi bakal calegnya yang memiliki popularitas, loyalitas dan punya kemampuan finansial cukup.

Pengusaha asal Samarinda, Syahrun yang kini menjabat Ketua DPRD Provinsi Kaltim kepada Tribun mengungkapkan, bakal caleg yang terjun di Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Kartanegara, adalah pengurus partai yang kini menjadi anggota Dewan.

"Saya, Pak Syarkowi, Mursyidi, Solehuddin, dan Isnaini (DPRD Kukar) dan beberapa orang yang maju di Dapil Kukar," ungkap Alung sapaan akrabnya ditemui di rumah jabatan, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Rabu (18/7) sore.

Pada periode 2014-2019, Alung mengaku berkeliling hampir setiap desa di Kukar dan Kubar bersama tim khusus untuk mengkoordinasikan titik lokasi yang akan disambangi. Kegiatan ini untuk silaturahmi sekaligus sosialisasi dirinya sebagai caleg.

Baca: PKPI Balikpapan Sama Sekali Tak Mengajukan Bacaleg, Begini Risikonya

Sebulan menjelang sosialisasi, Alung memberikan jam dinding berbentuk bulat dengan gambar dirinya dikombinasi gedung Plaza Mulia serta Hotel Selyca kepada masyarakat Kukar dan Kubar.
"Saya pesan jam itu di Jakarta. Itu saya berikan kepada warga dan masjid-masjid saat silaturahmi," tutur Alung usai menghadiri acara HUT Kodam VI Mulawarman di Balikpapan.

Ditanya apakah untuk biaya kampanye Pemilu Legilatif tahun ini, disiapkan dana dengan jumlah sama Pileg 2014? Apakah dana Rp 15 miliar untuk Pileg tahun ini cukup tidak?" tanya Tribun kepada Alung.

"Kalau itu, saya rasa cukup itu. Saya siapkan jam itu (dinding) hampir satu kontainer," ucap politisi Partai Golkar Kaltim.

Terpisah, anggota DPRD Provinsi Kaltim, Suterisno Thoha dikonfirmasi Tribun mengatakan, untuk Dapil 4 Kukar diisi bakal caleg yang akan bersaing ketat. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kaltim ini kembali dicalonkan di Dapil Kukar.

Dikemukakan, periode lalu (2014) hanya menyiapkan amunisi atau modal untuk membiayai kegiatan sosialisasi, alat peraga kampanye dan lainnya. Nilainya, ratusan juta. Tapi periode ini diperkirakan dibutuhkan biaya Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar.

Baca: Prihatin Nasib Persiba Balikpapan, Wali Kota Rizal Effendi Curhat Tulis 7 Poin Penting

"Periode lalu, saya siapkan modal hanya Rp 300 juta. Itu saya sebagai new comer (pendatang baru sebagai caleg). Suara pribadi saya waktu itu hanya 8.600 suara. Alhamdulillah dapat kursi," ungkap Suterisno.

Hanya saja, untuk Pileg 2019, kebijakan partai bukan hanya bisa mendapatkan kursi pribadi saja, melainkan juga, harus membantu suara partai dan caleg-caleg di Dapil Kukar. "Kalau sekarang kita harus membantu caleg lainnya dapat kursi juga. Jadi kalau dulu hanya Rp 300 juta, sekarang mungkin Rp 2 miliar atau Rp 3 miliaran. Persaingannya ketat di Kukar," ujarnya.

Untuk diketahui Dapil 4 Kukar diperebutkan 11 kursi. Sementara kandidat bakal caleg dari partai yang bertarung sudah memiliki pengalaman.

Partai Gerindra menurunkan, Suterisno Thoha dan Seno Adji dengan target tiga kursi. Gerindra bakal bersaing dengan Partai Golkar dan PDI Perjuangan serta PAN. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved