Harga Mencapi Rp 25 Juta

Pasien Kanker tak Diberi Obat Trastuzumab , Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

Pasien kanker mengeluh tak lagi diberi obat Trastuzumab, begini penjelasan dari BPJS Kesehatan.

Pasien Kanker tak Diberi Obat Trastuzumab , Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO
Pembukaan seminar Economic Disruption yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dan International Social Security Association (ISSA), di Nusa Dua Bali, Selasa (6/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi pemberitaan dan informasi yang beredar soal penghentian penjaminan obat kanker Trastuzumab. Awalnya, informasi soal ini dibagikan Edy Haryadi, suami Yuniarti Tanjung, yang merupakan pasien positif kanker payudara HER2 positif.

Dalam pengobatannya, Yuniarti menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan.

Edy mengungkapkan, BPJS Kesehatan tidak lagi menjamin obat Trastuzumab. Pascaoperasi, pasien disarankan untuk menjalani kemoterapi. Kemudian, dokter memberikan beberapa resep obat kemoterapi, salah satunya adalah obat Trastuzumab.

Akan tetapi, apoteker menolak resep untuk herceptin atau trastuzumab, karena per 1 April 2018, obat trastuzumab tidak lagi dijamin oleh pihak BPJS Kesehatan. Bagi pasien, obat ini dianggap salah satu obat terbaik untuk proses penyembuhan kanker.

Kepala BPJS Kesehatan Samarinda menjadi frontliner dan melayani langsung peserta JKN-KIS yang datang ke Kantor BPJS Kukar, Rabu (4/7/2018). Kegiatan Executive Frontliner ini digelar untuk memeringati HUT ke-50 BPJS sekaligus memastikan pelayanan prima di seluruh Kantor BPJS.
Kepala BPJS Kesehatan Samarinda menjadi frontliner dan melayani langsung peserta JKN-KIS yang datang ke Kantor BPJS Kukar, Rabu (4/7/2018). Kegiatan Executive Frontliner ini digelar untuk memeringati HUT ke-50 BPJS sekaligus memastikan pelayanan prima di seluruh Kantor BPJS. (TRIBUN KALTIM/RAHMAT TAUFIQ)

Baca: Putri Denada Divonis Leukimia, Seperti Ini Gejala Kanker Darah yang Terlihat Secara Kasat Mata

Baca: Ari Malibu Meninggal Dunia di Malam Hari Raya Idul Fitri Setelah Berjuang Melawan Kanker

Baca: Anggota Bali Nine Meninggal di Penjara akibat Kanker Perut

Edy menduga, BPJS Kesehatan menghentikan penjaminan Trastuzumab karena harga obat yang mahal.

Ia menyebutkan, di pasaran, harga Trastuzumab mencapai Rp 25 juta. Benarkah BPJS Kesehatan menghentikan penjaminan obat ini harganya yang mahal?

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopie Hidayat menyampaikan sejumlah poin penjelasan resmi BPJS Kesehatan terkait tidak dijaminnya obat Trastuzumab per 1 April 2018. Berikut penjelasan BPJS Kesehatan:

Ilustrasi
Ilustrasi (Kolase TribunKaltim.co)

Baca: Tidak dengan Obat, Wanita Ini Sembuh Total dari Kanker Payudara Setelah Jalani Perawatan Ini

Baca: Hindari Risiko Kematian, Pengidap Kanker Payudara Kini Tak Perlu Jalani Kemoterapi, Asal

Baca: Miliarder Muda Ini Habiskan Hartanya untuk Beramal Usai Divonis Kanker Karsinoma Stadium 4

1. Komitmen BPJS Kesehatan adalah memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memperoleh manfaat jaminan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan medis dan efektivitas pelayanan. Dalam penjaminan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan Kementerian Kesehatan juga Dewan Pertimbangan Klinis, dan Tim Kendali Mutu dan Biaya.

2. Terkait dengan tidak dijaminnya Obat Transtuzumab hal ini sudah sesuai dengan Keputusan Dewan Pertimbangan Klinis yang menyatakan bahwa obat Trastuzumab tidak memiliki dasar indikasi medis untuk digunakan bagi pasien kanker payudara metastatik walaupun dengan restriksi.

3. Keputusan tersebut berlaku sejak 1 April 2018, namun untuk peserta JKN-KIS yang masih menjalani terapi obat Trastuzumab dengan peresepan protokol terapi obat sebelum tanggal 1 April 2018, yang akan tetap dijamin oleh BPJS Kesehatan sampai dengan siklus pengobatannya selesai sesuai dengan peresepan maksimal Formularium Nasional.

4. Dengan demikian, dikeluarkannya obat Trastuzumab dari paket Manfaat Program JKN-KIS tidak akan menghambat akses pengobatan kanker payudara bagi Peserta JKN-KIS karena masih banyak pilihan obat lain yang tercantum di dalam Formularium Nasional.

Dokter penanggung jawab pasien akan memilih obat untuk terapi kanker payudara pasien sesuai dengan pertimbangan kondisi klinis pasien.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BPJS Kesehatan soal Penghentian Penjaminan Obat Kanker Trastuzumab", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/18/07150061/penjelasan-bpjs-kesehatan-soal-penghentian-penjaminan-obat-kanker.
Penulis : Mela Arnani
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved