Belum Kembali Normal, Harga Ayam di Sangatta Diprediksi Naik Lagi
Harga bahan pangan jenis ayam sudah mulai turun perlahan. Namun, posisi harga belum mencapai angka normal seperti sediakala
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Harga bahan pangan jenis ayam sudah mulai turun perlahan. Namun, posisi harga belum mencapai angka normal seperti sediakala yang berada di angka, Rp 38.000 hingga 40.000 per Kg.
Minggu pertama Agustus 2018, harga ayam potong masih di kisaran, Rp 53.000-55.000 per Kg. Namun, pedagang pasar malah memprediksi harga tersebut tidak akan turun lagi hingga mencapai angka normal, sebelum Lebaran. “Ini sebentar lagi sudah Idul Adha. Pasti naik lagi.
Belum sempat turun betul sudah naik lagi,” ungkap Jamilah, pedagang ayam di pasar tumpah, Kantor Desa Sangatta Utara, Jumat (3/8/2018).
Baca: Masuk Kebun Raya Balikpapan Sudah Seharusnya tak Lagi Gratis
Meski demikian, Jamilah mengatakan animo pembeli daging ayam sudah mulai ramai lagi. Tidak seperti saat ayam menyentuh angka Rp 70.000 per Kg.
“Pembeli sudah mulai ramai lagi. Meskipun banyak yang beli separuh ekor saja. Tapi selalu habis saja ayam yang saya jajakan. Beda dengan waktu masih Rp 70.000 lebih se Kg. Sepi sekali,” ujar Jamilah.
Masih tingginya harga ayam di pasaran Sangatta dan sekitarnya, menurut Jamilah, akibat pasokan dari peternak di Samarinda juga masih rendah. Alokasi ayam siap potong yang diberikan ke pedagang masih sangat terbatas.
“Saya biasanya bisa dapat 120 ekor sekali antar dari satu pemasok. Sekarang, paling hanya 20 sampai 40 ekor saja. Jadi sekarang saya ambil dari tiga pemasok. Lumayan bisa jual 100 ekor sehari,” kata Jamilah.
Baca: Bupati Berau Minta Tim Reaksi Cepat tak Kalah Cepat dengan Media Sosial
Masih tingginya harga ayam di pasaran membuat Lela, salah satu pembeli sibuk mencari-cari ayam yang berukuran lebih kecil atau membeli setengah ekor ayam saja.
“Anak saya maunya makan ayam sama nasi. Yah, mau tidak mau belanja ayam. Kalau dulu beli seekor berat lebih 1 Kg, hanya Rp 50.000. Sekarang nggak cukup Rp 50.000. Jadi ya setengah saja. Buat anak aja,” ujar Lela.
Imbas kenaikan ayam tak hanya terjadi pada ibu rumah tangga. Tapi juga pada pedagang ayam goreng tepung di kawasan Sangatta. Pedagang ayam tepung terpaksa menaikkan harga produk jualannya sebesar Rp 1.000. Jadi yang tadinya, Rp 7.000 per potong, menjadi Rp 8.000 per potong.
Baca: Sabyan Gambus Cover Lagu Atouna El Toufoule, Kembali Puncaki Trending Nomor 1 Youtube!
“Harga ayam masih mahal. Kemarin kita sempat tutup selama sepekan. Karena mahal. Sekarang, sudah turun, tapi belum normal. Jadi kita naikkan harganya Rp 1.000 per potong untuk bagian sayap dan paha bawah. Sedangkan bagian dada dan paha atas Rp 9.000, dari semula Rp 8.000 per potong,” ujar Ika.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ayam-potong_20180614_144519.jpg)