Jumat, 10 April 2026

Musical.ly dan Tik Tok Akan Disatukan, Ini Rencana Besarnya

Induk perusahaan dari Musical.ly dan Tik Tok, Bytendance Technology mengumumkan akan segera menggabungkan

http://teeketi.com
Musical.ly dan Tik Tok akan digabungkan 

TRIBUNKALTIM.CO - Induk perusahaan dari Musical.ly dan Tik Tok, Bytendance Technology mengumumkan akan segera menggabungkan dua aplikasi video populer ini.

Penggabungan ini bertujuan untuk menciptakan platform baru yang berbasis secara global.

Alex Zhu, Co-Founder Musical.ly sekaligus Senior Vice President di Tik Tok mengatakan, bahwa penggabungan ini dilakukan lantaran kedua platform video ini memiliki misi yang sama, yakni membentuk komunitas di mana setiap orang dapat menjadi kreator.

 

"Kami ingin menangkap kretivitas dan ilmu pengetahuan di bawah nama baru dan menggabungkan Musical.ly dan Tik Tok adalah hal yang lumrah terjadi, apalagi keduanya memiliki misi yang sama," ungkap Alex Zhu lewat pernyataan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (2/8/2018).

Ia melanjutkan bahwa dengan digabungkannya Musical.ly dan Tik Tok maka secara resmi platform ini memasuki babak baru untuk menyuguhkan konten-konten yang lebih menarik.

Nantinya, seluruh pengguna Musical.ly bakal dialihkan kepada Tik Tok yang memiliki jumlah pengguna lebih besar.

Musical.ly sendiri dirilis pada tahun 2014 dan diakuisisi oleh Bytendance Technology pada akhir 2017 lalu.

Sedangkan Tik Tok belakangan diperkenalkan pada tahun 2016. Keduanya memang platform serupa yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek diiringi lagu-lagu terkenal.

Meski platformnya serupa, basis pengguna Musical.ly dan Tik Tok berbeda secara demografis.

Musical.ly lebih populer di kalangan remaja Amerika dan Eropa sementara Tik Tok populer di remaja wilayah Asia.

Musical.ly pun baru-baru ini mengumumkan pencapaian 100 juta pengguna aktif di bulan Juni sementara Tik Tok memiliki 500 juta pengguna aktif pada bulan yang sama.

Wajar memang jika Tik Tok memiliki lebih jumlah pengguna yang lebih banyak. Ini dikarenakan Tik Tok memiliki fitur yang lebih interaktif dengan sejumlah efek khusus jadi salah satu kecanggihannya.

Sebut saja efek hair drying, shaking, dan shivering yang bisa dipakai sembari memutar lagu hip-hop, stiker 3D, dan berbagai fitur canggih lainnya.

Di Indonesia, Tik Tok sendiri dikenal sebagai aplikasi yang cukup kontroversial.

Beberapa waktu lalu pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir aplikasi ini lantaran dianggap tidak memiliki pengawasan konten yang kuat. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved