Jumat, 10 April 2026

Pilpres 2019

Putri Amien Rais Minta Semua Pihak Yakinkan Ustaz Abdul Somad soal Cawapres

Putri Amien Rais, Hanum Rais meminta agar semua pihak meyakinkan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait rekomendasi menjadi cawapres

Kolase/Instagram @hanumrais/Instagram @ustazabdulsomad
Hanum Rais dan Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNKALTIM.CO - Putri Amien Rais, Hanum Rais meminta agar semua pihak meyakinkan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait rekomendasi menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Hal tersebut ia sampaikan melalui akun Instargramnya pada Rabu (1/8/2018).

Menurut Hanum Rais, kesempatan tidak akan datang dua kali.

 @hanumrais: "'Sebaiknya ustadz Abdul Somad tetap berdakwah saja. Menjadi suluh dalam gelapnya ruangan. Menjadi setetes embun dalam sahara. Kita memerlukan itu.'

Nasehat demikian memang terdengar indah elegan dan mulia. Saya pun mengiyakan.

Baca: Momen Menegangkan, Pelatih Sirkus Ini Digigit Buaya saat Atraksi, Tangannya Luka Parah Terkoyak

Namun kemudian, saya teringat Snouck Horgrounje seorang Belanda di jaman Hindia Belanda yg belajar agama Islam dan kemudian dikenal sebagai mata-mata kolonial.

Ia pernah menasehati para ulama, masy adat Aceh saat itu, untuk meningkatkan ketakwaan umat serta selalu mengingatkan umat pada kematian, masjid-masjid perlu didirikan dekat makam.

Terdengar mulia. Serentak membuahkan anggukan.

Sungguh target Horgronje bukan itu. Melainkan sesungguhnya ia memiliki visi menjauhkan masyarakat dari masjid, karena orang-orang jadi takut ke masjid , terutama para pemudanya. Horgronje tahu benar, masjid dan para pengunjungnya adalah kekuatan yang membahayakan bagi rejim kolonial saat itu.

Seruan banyak pihak agar UAS berdakwah saja dan jangan bermain politik seakan terdengar seperti seruan membuai Horgronje saat itu

Di saat yang begitu krusial sekarang ini, marilah kita berdoa semoga sang suluh selama ini berkenan berubah menjadi mentari.

Setetes embun di sahara bersedia menjelma jadi telaga mata air yang menyejukkan bagi bumi

Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa.

Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan.

Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan.

Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa.

Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved