Belajar Lingkungan Samarinda, Pelajar MTs Ini Diajak Gurunya ke Sekolah Sungai Karang Mumus

Tidak hanya itu, GMSS-SKM juga mencoba merestorasi daerah aliran sungai (DAS) SKM, melalui penanaman pohon asli sungai yang membelah Samarinda.

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/RAFAN A DWINANTO
Ketua GMSS-SKM Misman memaparkan kegiatan organisasinya merawat Sungai Karang Mumus. 

Laporan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aktivitas kelompok masyarakat yang menamakan diri Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM), menjadi perhatian banyak pihak.

Kelompok ini secara rutin memungut sampah yang tak ada habisnya di SKM.

Tidak hanya itu, GMSS-SKM juga mencoba merestorasi daerah aliran sungai (DAS) SKM, melalui penanaman pohon asli sungai yang membelah Samarinda, ini.

GMSS-SKM juga mendirikan Sekolah Sungai Karang Mumus (Sesukamu).

Baca: 3 Olahraga Berikut Bisa Bikin Perut Sixpack Loh. . .

Ini menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin belajar merawat sungai. Kamis (9/8/2018), sekitar 30 pelajar MTs Ijtihad Joyomulyo, Lempake mengikuti kegiatan pembelajaran dan menanam pohon di Sekolah Sungai Karang Mumus.

Sunoto, guru pendamping para pelajar tersebut menyampaikan kunjungan ini bertujuan mengenal gerakan dan kegiatan GMSS SKM.

Bermukim di sekitar Waduk Benanga, yang merupakan hulu SKM, Sunoto mengaku sudah mendengar kiprah GMSS-SKM, cukup lama.

GMSS-SKM, kata Sunoto, berkontribusi positif pada kesadaran masyarakat dan kondisi SKM itu sendiri.

"Siswa yang diajak berkunjung adalah siswa kelas 9 (3) yang diharapkan setelah kegiatan ini akan menjadi pioner-pioner yang menularkan kesadaran untuk menjaga dan merawat sungai," kata Sunoto.

Baca: Polisi Bongkar Gudang Miras Cap Tikus di Balikpapan

Dalam paparannya, Ketua GMSS-SKM, Misman menguraikan kegiatan serta latar terbentuknya gerakan ini.

"Sungai Karang Mumus adalah aset vital untuk Kota Samarinda karena merupakan sumber air bersih. Sungai ini juga merupakan salah satu kekayaan alamiah Samarinda dengan keragaman flora, fauna dan biota airnya," kata Misman.

Sungai yang kini rusak, kata Misman, harus dipulihkan, dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat.

"Agar kembali menjadi sungai yang bersih dan sehat untuk manusia dan mahluk Tuhan lainnya," tutur Misman.

Yustinus Sapto, perwakilan GMSS-SKM lainnya turut memberikan pemaparan.

Baca: Sandiaga Kandidat Cawapres Prabowo, Ini yang Dilakukan PAN

Yustinus mengajak siswa mengenali penyebab pencemaran lingkungan, berikut perilaku masyarakat yang menyebabkan terjadinya pencemaran.

Usai pemaparan, para pelajar diajak untuk menanam pohon di tepi SKM. Pohon yang ditanam merupakan pohon asli yang semula mengisi sepanjang riparian SKM yakni Bungur, Rengas, Kabupaten hingga Sengkuang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved