Kaltim Masih Kekurangan Pramuwisata, Ternyata Ini Kendalanya
Hal ini terkendala kurangnya pramuwisata (tour guide) dan promosi yang tidak tepat sasaran.
Penulis: Siti Zubaidah |
Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Siti Zubaidah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kaltim memiliki potensi wisata alam yang sangat banyak.
Namun, jumlah wisatawan di Kaltim sangat minim.
Hal ini terkendala kurangnya pramuwisata (tour guide) dan promosi yang tidak tepat sasaran.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Himpunan Pramuwisata Provinsi Kaltim Rusliansyah disela-sela Pelatihan Pramuwisata Lokal di Hotel Mega Lestari Balikpapan, Kamis (9/8/2018).
Menurutnya, kegiatan pelatihan pramuwisata ini sangat positif dan luar biasa.
Sebab Kaltim masih kekurangan pramuwisata.
"Memang perlu diadakan pelatihan semacam ini untuk menambah wawasan, kemudian kualitas daripada Sumber Daya Manusia itu sendiri," kata Rusli.
Di Kaltim ada sekitar 80 pramuwisata, semua tersebar di Berau, Samarinda, Bontang, Kutim, Kubar, Mahulu, hanya PPU dan Paser yang belum.
Baca: Sandiaga Kandidat Cawapres Prabowo, Ini yang Dilakukan PAN
"Dalam waktu dekat ini akan kami kejar. Idealnya jumlah pramuwisata itu di atas 100 orang, karena banyaknya potensi wisata yang ada. Sekarang ini kami masih kekurangan guide," ujar Rusli
Menjadi pramuwisata bukan hal yang gampang.
Harus tahu geografis, sejarah, dan wisata itu sendiri.
"Kendala pramuwisata bukan promosi, namun mengantarkan wisatawan dari Bandara ke obyek wisata, dan kemudian kembali ke Bandara lagi," katanya.
Rusli menyampaikan, saat ini kunjungan wisatawan yang ada sangat sedikit sekali.
Itu pun hanya untuk kunjungan wisata lokal.
Selama ini badan promosi terkendala anggaran, untuk memajukan pariwisata, apalagi Balikpapan memiliki potensi yang luar biasa.
Baca: 3 Olahraga Berikut Bisa Bikin Perut Sixpack Loh. . .
"Kita butuh promosi yang benar, bukan promosi yang salah. Selama Dinas Provinsi, Kota dan Kabupaten melakukan promosi keluar. Itu salahnya tidak tepat sasaran, sehingga tidak ada feedback ke pariwisatanya," jelas Rusli.
Rusli pun menyarankan, ketika promosi berjalan yang harus diperhatikan adalah melihat pangsa pasar Kaltim.
"Pangsa pasar kita di Kaltim ini apa? Apakah Eropa atau Australia, Kaltim itu ekowisata, artinya wisata konservasi. Melihat orangutan yang endemik," katanya.
Dia menceritakan, dulu dari tahun 1987 sampai tahun 2000 itu banyak sekali wisatawan yang datang dari Amerika dan Eropa berbondong datang ke Kaltim, karena wisata tidak hanya di Balikpapan, ada Sungai Mahakam, orangutan dan Derawan.
Baca: Polisi Bongkar Gudang Miras Cap Tikus di Balikpapan
"Kalau berbicara potensi itu tidak ada habisnya, tapi bagaimana mengubah potensi menjadi daya tarik. Selain anggaran yang dibutuhkan. Infrastruktur harus diperbaiki karena itu modal yang sangat besar untuk kemajuan pariwisata kita," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rusdiansyah_20180809_171926.jpg)