Senin, 18 Mei 2026

Program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Bisa Selamatkan Ongkos Transaksi Perbankan Rp 5,7 T

Peluncuran GPN,amak seluruh transaksi debit di Indonesia akan diproses di dalam negeri meski di kartu debit ada Visa dan Mastercard

Tayang:
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Sejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Setelah peluncuran gerbang pembayaran nasional ( GPN) seluruh transaksi debit yang dilakukan di Indonesia akan diproses di dalam negeri meski di kartu debit bank tertulis Visa dan Mastercard.

Alhasil, pendapatan kedua perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini berpotensi menyusut. Tercatat empat perusahaan switching di Indonesia yakni PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima), PT Daya Network Lestari ( ATM Alto), dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN).

Dengan kewajiban transaksi pembayaran di Indonesia, maka seluruh transaksi harus di-routing di dalam negeri sehingga bisa menghemat biaya yang selama ini dibebankan ke nasabah.

Sejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia.
Sejumlah model kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dipamerkan di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan kartu berlogo GPN yang dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

Sebelum ada GPN, transaksi yang ada di dalam negeri harus di-routing di luar negeri. Hal ini utamanya ketika kartu debit yang digunakan tertempel logo switching asing seperti Visa dan Mastercard.

Seperti dilansir Kontan.co.id, dengan adanya GPN, maka Visa dan Mastercard tidak meraup pendapatan dari transaksi dalam negeri.

Potensi pendapatan switching asing seperti Visa dan Mastercard yang hilang dengan adanya GPN menurut sumber Kontan.co.id lebih dari Rp 5,7 triliun.

Potensi kerugian ini belum menghitung jumlah dana yang hilang dari kewajiban penempatan dana dari bank di dalam negeri di bank di luar negeri yang telah ditunjuk Visa dan Mastercard.

GPN
GPN (IndonesiaSatu.co)

Penempatan dana ini terkait routing dalam negeri yang dilakukan ke luar negeri. Namun masih menurut sumber ini, Visa dan Mastercard masih mendapatkan keuntungan dari fee logo yang tertempel di kartu debit.

Namun seiring dengan jumlah kartu GPN yang semakin banyak, maka pendapatan Visa dan Mastercard juga akan semakin berkurang.

Sementara itu, Dasuki Amsir, Direktur Bank BTN mengatakan seiring dengan implementasi GPN maka seluruh transaksi harus melalui switching lokal.

Artinya Visa dan Mastercard jika ingin masuk dalam transaksi dalam negeri harus bekerja sama dengan switching lokal.

(Galvan Yudistira) Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ada GPN, Visa Mastercard berpotensi hilang pendapatan lebih dari Rp 5,7 triliun Mengenal GPN (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) EditorErlangga Djumena

Editor : Erlangga Djumena

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved