Sempat Hilang Selama 5 Hari, Daging Sapi Tersedia Lagi di Pasar Senaken
Harga jual ke masyarakat konsumen sebesar Rp 130.000/Kg, sedangkan pedagang pentol membeli lebih murah Rp 5.000 per kilogramnya.
Laporan wartawan Tribun Kaltim Sarassani
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Jelang Lebaran Idul Adha, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop&UKM) Kabupaten Paser, Kamis (9/8/2018), melakukan kegiatan pengawasan bahan kebutuhan pokok di Pasar Induk Senaken.
Untuk komoditi daging sapi yang sempat 5 hari kosong menurut Penyelidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pengawas Barang dan Jasa Disperindagkop & UKM Paser M Marwan Natsir, mulai hari ini sudah disediakan pedagang daging sapi.
"Ada 14 orang pedagang yang mulai menjual daging sapi di pasar induk," kata Marwan.
Harga jual ke masyarakat konsumen sebesar Rp 130.000/Kg, sedangkan pedagang pentol membeli lebih murah Rp 5.000 per kilogram.
Baca: Jokowi Tunjuk Maruf Amin sebagai Cawapres, Ini Alasannya
"Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Jone rata-rata memotong 5 sampai 7 ekor sapi per harinya. Ada 7 orang pengguna jasa RPH," ucapnya.
Menurut asalnya, lanjut Marwan, sapi yang dipotong di RPH dibeli berasal dari NTT, Sulawesi melalui Samarinda, PPU dan Paser sendiri.
Baca: 3 Olahraga Berikut Bisa Bikin Perut Sixpack Loh. . .
Diperkirakan ketersediaan daging sapi untuk saat ini dalam kondisi aman hingga 2 minggu ke depan, setelahnya kemungkinan tidak aman.
"Untuk 2 minggu kedepan perkiraan kita masih aman, tidak tahu bagaimana kondisinya jelang lebaran ini. Harga sapi jantan lebih mahal dari sapi betina, tapi sapi betina produktif tidak boleh dipotong," terangnya.
Baca: Polisi Bongkar Gudang Miras Cap Tikus di Balikpapan
Berdasarkan pasal 86 UU 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, tambah Marwan, mereka yang memotong sapi/kerbau betina produktif akan pidana dengan ancaman kurungan penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta.
Karena regulasi itu pula, pengguna jasa RPH sempat protes kepada RPH dan aparat kepolisian.
Baca: Sandiaga Kandidat Cawapres Prabowo, Ini yang Dilakukan PAN
"Protes itu terjadi tanggal 1 Agustus, mereka mendatangi RPH dan melakukan aksi mogok. Akibatnya selama 5 hari daging sapi hilang di pasaran, tapi sekarang sudah tersedia kembali," ungkapnya.
Terkait harga ayam potong Rp 22.000/ekor, namun Marwan belum bisa memastikan apakah akan mengalami kenaikan jelang Lebaran.
Baca: Alissa Wahid Sindir PKB di Era Cak Imin: Sedih, Dulu Jualan Nama Gus Dur Sekarang NU. . .
Kecuali harga ayam kampung Rp 50.000/Kg, jelang Lebaran kemungkinan naik pada kisaran Rp 5.000 hingga 10.000/Kg
"Untuk ayam potong dipasok oleh peternak Kalsel dan peternak lokal melalui program kemitraan, tapi setelah dipanen hasilnya malah dibawa ke Balikpapan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pedagang-daging-sapi-pasar-induk-senaken_20180809_195143.jpg)