Ratusan Bunker Eks Perang Dunia II Terpendam Dalam Kawasan Bandara Juwata Tarakan

Rencananya pihak bandara akan memakai lahannya hingga mengorbankan dua bunker peninggalan Jepang.

Ratusan Bunker Eks Perang Dunia II Terpendam Dalam Kawasan Bandara Juwata Tarakan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Sebuah pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU bersiap lepas landas dari bandar udara Juwata Tarakan beberapa waktu lalu. 

Hotman Paris Terkejut Saat Sandiaga Uno Beberkan Perjalanan Bisnis dan Harta Kekayaannya

Menpora Syed Saddiq Ucapkan Selamat Kepada Timnas U-16 Indonesia Setelah Kalahkan Malaysia

"Mereka memohon izin untuk membongkar dua bunker yang bertepatan di bawah tanah. Mau dijadikan runway pesawat terbang, mau diperpanjang," ujarnya.

Tetapi dari program tersebut, jalur perpanjangan runway bakal mengenai bunker peninggalan perang dunia dua buatan kolonial Jepang.

"Silakan saja kita hanya korbankan dua bunker. Mengacu pada undang-undang, bekas peninggalan budaya tertentu yang sifatnya cagar budaya harus dilindungi. Wajib diamankan," tegasnya.

Menurut Harry, mengingat ini untuk kebutuhan pengembangan ekonomi daerah sebagai perluasan runway tentu saja bisa dimaklumi.

"Dua bunker dipindahkan ke tempat lain. Di Tarakan juga yang sisa lainnya masih dibiarkan, kan tidak kena proyek perpanjangan runway," ungkapnya.

Dia jelaskan, berdasarkan hasil penelitian, di kawasan dekat Bandara Juawata Tarakan tersebar menyimpan ratusan bungker Jepang.

"Saya perkirakan itu ada sampai 140-an sekian," ungkap pria yang juga aktif di Badan Arkeologi Yogyakarta ini.

Keberadaan bunker tersebut berada di dekat bandara karena memang dekat pada perairan laut, berada di daerah pantai.

"Jepang membuat bertujuan untuk pertahanan. Kawasan laut pinggiran yang paling banyak diserang. Ini bagian dari Perang Dunia ke dua. Jepang datang tahun 1942 berkaitan dengan perang Pasifik," katanya. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved