Liga Indonesia

Komdis PSSI Beri Penjelasan Hukuman 2 Pemain Persib Bandung

Misalnya, Persib lawan mana, dia merasa dirugikan atau merasa kurang berkenan. Bikin surat ke operator PT Liga Indonesia Baru (LIB

Komdis PSSI Beri Penjelasan Hukuman 2 Pemain Persib Bandung
Kolase Tribunkaltim.co/bolasport.com
Bojan Malisic dan Ezechiel N'douassel, pemain Persib Bandung 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Indonesia (Komdis PSSI) menegaskan bahwa aturan yang terapkan dalam kompetisi Liga 1 sudah diatur dengan jelas dalam kode etik disiplin.

Di mana Komdis mengatur mengenai laws of the game, pemain, offisial pertandingan, dan juga penonton.

Demikian dikatakan anggota Komdis PSSI, Yusuf Bachtiar saat ditemui di Lapangan Lodaya, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Senin (13/8).

Dikatakan Yusuf, Komdis barus bisa turun tangan menjatuhkan hukuman kepada pemain, offisial pertandingan atau penonton yang melakukan pelanggaran kode disiplin, berdasarkan laporan pertandingan yang masuk.

"Di kode disiplin itu sudah ada segalanya tentang pasal-pasal, tingkah buruk pemain, penonton, kegagalan panitia pertandingan (Panpel), istilahnya kita tinggal nempelkeun kasus tersebut, masuk dalam kategori pasal yang mana, Komdis tidak asal-asalan ambil keputusan," ujar Yusuf.

Baca: Kapten Persib Bandung, Bicara Tentang Gantung Sepatu dan Klub Terakhirnya Sebelum Pensiun

Persib Bandung
Persib Bandung ()

Baca: Sambut HUT RI, Telkomsel Promo Internet Murah, 25 Gb Hanya Rp 100 Ribu, Hanya Hari Ini

 

 

Sebelum Komdis bergerak, ujar Yusuf, terlebih dulu harus ada surat laporan yang masuk ke Komdis.

Bisa dari Pengawas Pertandingan (PP), perangkat pertandingan ataupun langsung dari manajemen tim yang merasa timnya dirugikan.

"Misalnya, Persib lawan mana, dia merasa dirugikan atau merasa kurang berkenan. Bikin surat ke operator PT Liga Indonesia Baru (LIB), baru dari LIB dikirim ke kita, baru kita olah. Jadi Komdis tidak tiba-tiba langsung jatuhkan hukuman," katanya.

Tak hanya aturan berupa pasal, sanksi denda setiap pelanggaran pun sudah ditentukan. Komdis, ujar Yusuf, tidak asal-asalan dalam menjatuhkan denda.

Lagi pula, setiap denda yang diberikan kepada tim tidak lantas dibayar langsung oleh tim bersangkutan, namun dipotong dari subsidi Rp 7,5 miliar yang diberikan PT LIB.

Halaman
12
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved