Selasa, 14 April 2026

Kepala TK Kartika Dicopot, Mengaku Lalai Soal Karnaval TK Berseragam Hitam Bawa Senjata Replika

Kepala Disdikpora M Maskur mengatakan, dari hasil penyelidikan internal dari Disdikpora, Hartatik mengaku lalai.

facebook
Anak-anak TK Kartika V-69 Probolinggo didandani pakaian hitam serta membawa replika senjata laras panjang ikut karnaval. Kepala sekolahnya bilang hanya untuk hiburan saja dan disesuaikan dengan tema. 

TRIBUNKALTIM.CO, PROBOLINGGO – Karnaval anak di Probolinggo yang pesertanya dilengkapi senjata mainan dan berkostum hitam-hitam bercadar berujung pada pemecatan Kepala TK.

Kepala TK Kartika V/69 Hartatik dicopot dan ditarik menjadi staf di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo.

Kepala Disdikpora M Maskur mengatakan, dari hasil penyelidikan internal dari Disdikpora, Hartatik mengaku lalai.

“Ini sanksi tegas, pencopotan. Kami sepakat memberi sanksi berupa pencopotan. Hartatik menjadi staf Disdikpora sejak Kamis (23/8/2018) besok," katanya kepada wartawan, Rabu (22/8/2018).

Anak-anak TK Kartika V-69 Probolinggo didandani pakaian hitam serta membawa replika senjata laras panjang ikut karnaval. Kepala sekolahnya bilang hanya untuk hiburan saja dan disesuaikan dengan tema.
Anak-anak TK Kartika V-69 Probolinggo didandani pakaian hitam serta membawa replika senjata laras panjang ikut karnaval. Kepala sekolahnya bilang hanya untuk hiburan saja dan disesuaikan dengan tema. (facebook)

"Posisi Kepala TK Kartika V-69 kosong. Siapa penggantinya kami akan melakukan rapat koordinasi,” tambahnya sembari menunjukkan surat keputusan pemberhentian Hartatik.

Sanksi tersebut diberikan dengan harapan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Hartatik tidak berkoordinasi dengan dinas pun Kodim 0820 Probolinggo selaku pembina lembaga pendidikan terkait karnaval tersebut.

Kejadian tersebut memantik reaksi sejumlah pihak. Bahkan Mendikbud Muhadjir Effendi mengunjungi TK Kartika V-69 dan menyerahkan bantuan sebesar Rp 25 juta.

VIDEO- Kabar Tentang Karnaval Mengenakan Atribut Cadar dan Senjata Replika

Selain memberikan bantuan dan mengunjungi TK Kartika, Mendikbud juga memberikan pesan khusus kepada guru TK.

Hartatik sendiri menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Dirinya tidak bermaksud apapun peserta didiknya mengenakan kostum pawai yang ternyata kontroversial, kecuali hanya untuk hiburan memperingati HUT RI Ke-73.

Ketua Persit Cabang XXXV/0820 Probolinggo, Yuliana Tungga Dewi, yang juga Pembina Yayasan Kartika, menyampaikan permohonan maafnya ke publik.

Ia mengaku sebelumnya, komunikasi dengan pihak sekolah cukup lemah sehingga terjadi peristiwa tersebut.

“Kami meminta maaf atas kejadian ini. Ke depan kami akan lebih berhati-hati. Tidak ada niatan dari kami untuk menanamkan faham yang menyimpang,” terangnya usai kunjungan Mendikbud.

Sejauh ini, karnaval dengan menggunakan atribut cadar dan senjata api dianggap murni sebagai kelalaian pihak guru.(Kompas TV)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buntut Karnaval Anak Bawa Senjata Mainan, Kepala TK Kartika Dicopot", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/22/21091191/buntut-karnaval-anak-bawa-senjata-mainan-kepala-tk-kartika-dicopot.
Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Diamanty Meiliana

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved