Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional Terkini

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS, DPR Puji Langkah Prabowo-Bahlil

Harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan gangguan distribusi di Selat Hormuz.

Editor: Heriani AM
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HARGA MINYAK DUNIA - Ilustasi SPBU. Fraksi Partai Golkar DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global.  

Ringkasan Berita:
  • Fraksi Golkar DPR mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi di tengah krisis global.
  • Harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah dan gangguan distribusi di Selat Hormuz.
  • Pemerintah memperkuat stok energi, diplomasi lintas negara, serta percepatan diversifikasi untuk menekan risiko krisis energi.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Fraksi Partai Golkar DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global. 

Kondisi ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di berbagai kawasan yang turut mengguncang stabilitas pasokan energi dunia.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menilai situasi global saat ini tidak mudah, terutama dengan memanasnya konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia.

Baca juga: Imbas Perintah Donald Trump Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 8 Persen, Tembus 100 Dolar

Ia menyebut pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian tersebut.

“Kita menghadapi situasi global yang tidak mudah. Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Dalam kondisi seperti ini, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia benar-benar bekerja keras, bahkan bisa dikatakan banting tulang, untuk memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi,” ujar Sarmuji dikutip Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan global saat ini tercermin dari lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus angka 100 dolar AS per barel. 

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, harga Brent dan WTI sempat berada di kisaran 102–106 dolar AS per barel akibat kegagalan perundingan dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia makin memperparah kondisi pasar energi global. 

Baca juga: Trump Biang Kerok Lonjakan Harga Minyak Dunia, Iran: Pintu Neraka Terbuka untuk Presiden AS

Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga mendekati 150 dolar AS per barel jika konflik terus bereskalasi dan pasokan terganggu lebih jauh.

Sarmuji, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menegaskan kondisi ini membuat upaya mencari alternatif pasokan energi menjadi sangat sulit.

“Dalam situasi normal saja mencari sumber pasokan energi alternatif bukan hal mudah. Apalagi dalam kondisi global seperti sekarang, ketika banyak negara juga berebut sumber energi yang sama. Karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial. Menteri ESDM bahkan harus melobi banyak negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika hingga negara-negara Afrika, termasuk Rusia, untuk mengamankan stok energi nasional,” ujarnya.

Krisis ini, dia mengingatkan, bahkan telah disebut sebagai salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah, dengan dampak langsung pada inflasi global, distribusi energi, hingga potensi krisis ekonomi di berbagai negara.

Dalam konteks tersebut, Sarmuji menilai pemerintah Indonesia telah mengambil langkah antisipatif yang tepat, mulai dari menjaga stok energi nasional, mengamankan rantai pasok, hingga memperkuat diplomasi energi dengan berbagai negara mitra.

“Yang dilakukan Presiden dan Menteri ESDM bukan sekadar respons biasa, tetapi langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak terjebak dalam krisis energi global yang bisa berdampak luas terhadap ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” kata legislator dari Jawa Timur tersebut.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus 103 Dolar AS, Ini Dampaknya ke Harga BBM di ASEAN

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved