Berita Video
Tradisi Warga Muara Muntai, Mantu Perempuan Datangi Mertua Bawa Rantang 4 Susun
Mantu perempuan ini datang ke rumah mertua didampingi suami dan anak. Ia membawa rantang susun 4 ukuran besar.
Penulis: Rahmad Taufik |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rahmad Taufik
TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Tradisi anjangsana tak pernah lepas dari masyarakat Indonesia tiap perayaan Idul Adha, termasuk warga Desa Jantur Selatan, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tradisi adat Banjar begitu kental di desa ini, maklum mayoritas warga di sini berasal dari Suku Banjar.
Salah satunya, tradisi beelang atau mantu perempuan mendatangi mertua bisa dijumpai saat Idul Adha.
Baca: Tabung LPG Palsu Menghantui Pelaksanaan OP, Agen Dalam Posisi Dilematis
Mantu perempuan ini datang ke rumah mertua didampingi suami dan anak. Ia membawa rantang susun 4 ukuran besar.
Rantang ini diisi kue tradisional, seperti kue bolu, bingka dan kue lainnya.
Baca: Idul Adha Tahun Ini Masjid Agung At Taqwa Paser Potong 18 Ekor Sapi
"Tradisi beelang ini sebagai ajang silaturahmi. Selain Idul Adha, tradisi ini juga bisa dijumpai saat Idul Fitri," ujar Raudah, warga Jantur Selatan.
Para menantu perempuan akan memesan kue bolu atau bingka seminggu atau beberapa hari sebelum lebaran atau Idul Adha.
Baca: Gunakan Perahu Menuju Masjid, Cara Warga Desa Jantur Rayakan Idul Adha
Tradisi ini kerap dilaksanakan warga Banjar di manapun berada. Tapi warga Banjar di Desa Jantur menjalankan tradisi ini dengan membawa rantang 4 susun berisi kue tradisional.
Sehingga para wanita membawa rantang 4 susun ini kerap dijumpai saat Idul Adha dan Idul Fitri di Desa Jantur.
Simak Videonya :
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/capture-muara-muntai_20180822_213035.jpg)