Rupiah Melemah

Melemahnya Rupiah Tak Pengaruhi Aktivitas Penukaran Uang Asing di Samarinda

Melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika , tidak terlalu berdampak terhadap transaksi jual beli di money changer di Samarinda.

Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Aktivitas jual beli mata uang asing di money chager PT Haji La Tunrung, Samarinda, Rabu (5/9/2018). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Melemahnya rupiah  terhadap dollar Amerika , tidak terlalu berdampak terhadap transaksi jual beli di money changer di Samarinda.

Dari pantauan TRIBUNKALTIM.CO di beberapa tempat penukaran uang, tidak terlihat adanya peningkatan maupun kepadatan aktivitas jual beli mata uang asing, terutama dollar Amerika.

Costumer Service PT Kumoro Djati, Rina menjelaskan, pasca menguatnya dollar Amerika terhadap rupiah, tidak ada peningkatan drastis yang terjadi di money changer yang terdapat di jalan Dermaga itu.

Baca: Rupiah Melemah, Transaksi Money Changer di Balikpapan Tembus 20 Ribu Dolar Dalam 2 Hari

Bahkan, menurutnya banyak warga yang menyimpan dollarnya terlebih dahulu, karena diprediksi dollar akan terus menguat.

"Tidak ada peningkatan, stabil saja. Ada yang jual tapi tidak banyak. Malah banyak yang punya dollar tapi disimpan terlebih dahulu, karena mereka prediksi dollar terus meningkat," ungkapnya, Rabu (5/9/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya membuka harga jual senilai Rp 15.000 dan harga beli senilai Rp 14.750 per dollar, per pukul 14.00 Wita, siang ini, sedangkan Selasa (4/9/2018) kemarin harga jual beli dollar dipatok oleh pihaknya senilai Rp 14.750 untuk harga beli, dan Rp 14.975 untuk harga jual.

"Tidak ngaruh juga dengan menguatnya dollar, tapi setiap harinya tetap ada yang datang, dan penukaran juga tidak bisa banyak-banyak ada batas maksimalnya," terangnya.

Baca: Rupiah Hampir Sentuh Level Rp 15.000, ESDM Ancam Perusahaan Tak Bawa Pulang Dollar AS

Sementara itu, di money changer PT Haji La Tunrung, jalan S Parman, per pukul 13.00 Wita hari ini, dipatok harga jual Rp 15.168 dan beli Rp 14.776, sedangkan kemarin (4/9/2018) dipatok senilai Rp 14.728 untuk harga beli, dan Rp 15.096 untuk harga jual.

"Ada peningkatan memang tapi tidak banyak, stabil saja. Memang banyak yang datang untuk jual dibandingkan beli, karena dampak melemahnya rupiah," ucap Arman, Costumer Service PT Haji La Tunrung.

Lanjut dia menjelaskan, perubahan harga jual dan beli dapat berubah sebangak tiga kali per harinya, dan hari ini baru terjadi sekali perubahan harga.

"Kami biasanya 3 kali sehari harga bisa berubah," terangnya.

Baca: Mengerucut Dua Nama Calon Ketua Timses Jokowi-Maruf: Chairul Tanjung Atau Erick Tohir

"Biasanya yang jual bisa sampai 20 dollar lebih, karena lagi mahal harga dollar. Ada yang untuk keperluan pribadi, ada juga untuk perusahaan, banyak orang kapal yang datang untuk jual, tidak jarang warga negara asing yang datang menukar," tutupnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved