Hari Olahraga Nasional
Hari Ini 9 September Diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional, PON I di Solo Cikal Bakalnya
Momen pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama 9 September 1948 diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Hari Ini 9 September Diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional, PON I di Solo Cikal Bakalnya, Ini Sejarahnya
TRIBUNKALTIM.CO - Momen pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama 9 September 1948 diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Presiden Soekarno membuka acara itu dan menjadi momentum sejarah perolahragaan Indonesia.
Untuk pesta olahraga, semarak dan euforia Asian Games 2018 yang selesai digelar awal September lalu masih terasa sampai sekarang. Dalam pesta olahraga Asia tersebut, Indonesia berhasil menjadi tuan rumah dan penyelenggara.
Dan kontingen Indonesia berhasil duduk di peringkat empat perolehan medali. Inasgoc (Indonesia Asian Games Organizing Committee) selaku penyelenggara Asian Games 2018 mendapat banyak apresiasi dari berbagai organisasi olahraga dunia.
5 Fakta Menarik yang Terjadi di Pertandingan Inggris Vs Spanyol
Ironis, Terima Sepatu Emas, Raja Gol Piala Dunia 2018 Harry Kane Tak Mampu Mencetak Gol
TNI AL Berhasil Menangkap Kapal Tanker yang Akan Selundupkan 5.000 BBM Solar
Namun, jika kita sejenak menoleh ke belakang, terdapat ajang pesta olahraga pertama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia. Pesta olahraga berjuluk "Pekan Olahraga Nasional (PON)" merupakan ajang olahraga yang melibatkan atlet terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kegiatan itu diadakan empat tahun sekali. Mereka berkumpul dalam satu tempat dan bertanding memperebutkan medali dari berbagai cabang olahraga.
Pada awalnya, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) ingin mempersiapkan atlet Indonesia untuk mengikuti ajang Olimpiade Musim Panas XIV di London pada 1948.
Berbagai kendala dihadapi oleh atlet Indonesia karena status PORI belum menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC).
Selain itu, status Indonesia dalam dunia Internasional juga belum jelas karena pengaruh Belanda.
Paspor atlet Indonesia tak diakui oleh Inggris. Sedangkan, atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda.
Berbagai upaya pendekatan dilakukan Indonesia kepada Inggris, namun hasilnya nihil.
Untuk mengatasi ini semua, PORI ingin menghidupkan acara olahraga bertaraf nasional yang diikuti oleh berbagai Provinsi di Indonesia. Akhirnya Kota Solo atau Surakarta terpilih menjadi tempat penyelenggara acara tersebut.
Persiapan hanya berlangsung satu setengah bulan dengan dana terbatas menjadi tantangan bagi pihak penyelenggara.
Mengingat ketika itu, pihak Belanda masih berseliweran menjaga pos pos penting di Indonesia.
Kecelakaan Bus di Sukabumi, 21 Tewas dan 14 Luka-luka! Berikut Daftar Nama Korban
Sule Ungkap Fakta Terkait Isu Selingkuh dengan Pramugari, Begini Penjelasannya
Segera Undur Diri dari Posisi Ketua Eksekutif Alibaba, Jack Ma Ingin Ikuti Jejak Bill Gates
Pada 9 september 1948, acara itu dimulai. Stadion Sriwedari menjadi saksi bisu acara tersebut. Presiden Soekarno membuka acara itu dan menjadi momentum sejarah perolahragaan Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ribuan-masyarakat-tidore-ramaikan-haornas-dengan-ikut-festival-senam-lansia-dan-gala-desa-2018_20180909_093234.jpg)