Jumat, 24 April 2026

Lekop Berharap Pemprov Tiru Keberhasilan Uji Coba Perpres di Asian Games 2018

Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim memuji keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menggelar multievent Asian Games 2018.

TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Ketua Lekop Kaltim, Fadli (topi hitam) menyampaikan hasil monitoring Asian Games 2018 di sekretariat Lekop Jl P Antasari, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (Lekop) Kaltim memuji keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menggelar multievent Asian Games 2018.

Pada Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, Lekop menugaskan Agung Sugiarto untuk monitoring event tersebut di Jakarta.

Monitoring dilakukan terhadap atlet Kaltim yang tampil di Asian Games, serta penerapan  Peraturan Presiden (Perpres) No 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. 

Ketua Lekop Kaltim, Fadli mengungkapkan Asian Games 2018 menjadi ajang pemerintah Indonesia mengujicoba Peraturan Presiden (Perpres) No 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. 

Geram Ucapan Kris Hatta soal Hubungan Intim dengan Hilda Vitria, Begini Kecaman Sabrina Chairunnisa

Menurutnya secara garis besar Perpres tersebut isinya mengarah kepada proporsional penggunaan anggaran untuk multievent. 

Tidak seperti sebelumnya, multievent selalu diribetkan dengan birokrasi yang berbelit dan rumit. Lewat Perpres tersebut, pemerintah Indonesia berhasil memangkas birokrasi dan langsung membagi tugas sesuai dengan porsinya, termasuk anggaran.

"Pemerintah menimpahkan kegiatan ini secara proporsional. Dengan membagi tugas dan peran, mana tugas atlet, pelatih, cabor, tugas kemenpora, tugas KONI. Ternyata uji coba ini berhasil, sebab pelaksanaan Perpres ini memangkas sebagiam birokrasi olahraga," ungkap Fadli dalam diskusi di sekretariat Lekop Jl P Antasari Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (12/9/2018).

Diklaim Efektif Turunkan Berat Badan, Kenali Serba-serbi Puasa Intermiten

Fadli menilai dengan pembagian tugas proporsional mampu mampu mempercepat dan mempermudah kegiatan.

Perhatian pemerintah juga lebih fokus pada atlet yang berjuang dan staff pelatih. Terbukti bonus langsung diberikan langsung ke atlet tanpa melalui perantara, sebelum penutupan Asian Games 2018.

Fadli berharap cara seperti ini ditiru oleh Pemprov Kaltim dalam penyelenggaraan multievent di provinsi.

Laga Keras 2 Babak, Argentina Vs Kolombia Berakhir Tanpa Gol

"Ini ternyata lebih efektif dan patut dicontoh serta disebarkan untuk Provinsi ke depannya. Artinya hendaknya mencontoh dari kegiatan ini, pengelolaan olahraga prestasi lebih diarahkan ke Perpres no 95 tahun 2017," ujarnya.

Menurut Fadli, penerapan Perpres tersebut sukses mendongkrak prestasi atlet dengan perolehan medali emas yang melebihi target awal.

"Buktinya perolehan medali cukup besar. Dengan birokrasi yang dipangkas, serta uang dan bonus yang langsung diberikan ke atlet tanpa perantara itu yang melecut semangat atlet sehingga melebihi target 16 medali emas Asian Games. Atlet Indonesia mampu meraoh hampir dua kali lipat dari target," katanya.

Gibran Komentari Postingan Ratna Sarumpaet yang Mengumpat Johan Budi

Sementara itu Agung Sugiarto mengatakan penerapan Perpres tersebur mampu menghasilkan keuntungan ekonomi yang baik bagi tuan rumah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved