Begini Kelanjutan Rencana Pemindahan SDN 006 Samarinda yang Satu Gedung dengan SMAN 16
"Kita tunggu arahan dari tim kecil saja. Karena Disdik ini kan hanya pengguna saja, dan fasilitasi belajar mengajar," ujar Hidayat.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polemik pemindahan SMA Negeri 16 ke SDN 006 di Jalan Piano Samarinda, masih menunggu terbentuknya tim kecil.
Tim kecil ini terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Ahmad Hidayat, Kamis (13/9/2018).
Menurut Hidayat, tim tersebut akan meninjau rencana pemindahan SMAN 16.
Diketahui, kata Hidayat, SMAN 16 mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat, untuk penambahan ruang belajar.
Selama ini SMAN 16 menumpang kegiatan belajar mengajar di SDN 006 Samarinda.
"Tim kecil ini berisi BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Disdik, pihak Provinsi, kemudian pihak sekolah, hingga orangtua siswa," kata Hidayat.
Tim kecil inilah, lanjut Hidayat, yang akan memutuskan jadi tidaknya pemindahan tersebut dilakukan.
Diketahui, orangtua siswa SDN 006 menggelar unjukrasa di Balaikota Samarinda.
Para orangtua yang membawa serta anak mereka ini, menolak opsi pemindahan SDN 006, lantaran akan digunakan sebagai gedung SMAN 16.
"Kita tunggu arahan dari tim kecil saja. Karena Disdik ini kan hanya pengguna saja, dan fasilitasi belajar mengajar," ujar Hidayat.
Sekadar informasi, polemik pemindahan SDN 006 ini menuai penolakan dari orangtua siswa.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar SMAN 16 pun diliburkan, kurang lebih selama sepekan. Namun hari ini kegiatan belajar mengajar sudah kembali normal lagi.
"Hari ini siswa SMAN 16 sudah belajar lagi. Kursi-kursi mereka yang semula ditaruh di luar gedung, sudah dimasukkan kemarin. Dan hari ini sudah sekolah lagi," kata Hidayat.
Sebelumnya, Disdik Samarinda berencana memindahkan aktivitas belajar mengajar SDN 006 ke SDN 007. Proses belajar mengajar tersebut rencananya dibagi menjadi dua shift. Pagi dan siang.
"Tanpa mengurangi jam pelajaran. Hanya jadi dua shift saja. Namun orangtua siswa SDN 006 tidak mau dipindah. Ya kita tunggu arahan dari tim kecil saja," tutur Hidayat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sdn-006_20180913_180528.jpg)