Begini Peran BUMD PT MMP Kutai Mahakam Saat Terlibat di Pengelolaan Blok Mahakam

PT Mandiri Migas Pratama (MMP), terus berupaya untuk segera terlibat dalam pengelolaan Blok Mahakam

Begini Peran BUMD PT MMP Kutai Mahakam Saat Terlibat di Pengelolaan Blok Mahakam
(KOMPAS / SUBUR TJAHJONO)
Anjungan Blok Mahakam di laut lepas Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - PT Mandiri Migas Pratama (MMP), terus berupaya untuk segera terlibat dalam pengelolaan Blok Mahakam, bersama Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

Diketahui, PT MMP merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, yang menerima tawaran Participating Interest (PI) 10 persen, di blok kaya gas, tersebut.

Direktur Utama PT MMP, Wahyu Setiaji menargetkan, semua proses administrasi untuk terlibat dalam pengelolaan Blok Mahakam, bisa tuntas tahun ini. Sehingga, 2019 mendatang PT MMP bisa langsung terlibat. Menurut Wahyu, jalan menuju keterlibatan di Blok Mahakam sudah terbuka.

Baca: Dede Idol Jatuh Miskin Usai Indonesian Idol, Mengaku Mencuri Demi Biayai Pendidikan Anak

"Semuanya tinggal proses administrasi saja. Tidak ada hal yang dipolemikkan lagi. Jadi, saya target tahun ini semua bisa tuntas," kata Wahyu, saat bersua wartawan di Kantor MMP Kaltim, Kamis (20/9/2018).

Lantas bagaimana bentuk keterlibatan PT MMP, di Blok Mahakam nantinya? Diketahui, PT MMP membentuk anak perusahaan yakni PT MMP Kutai Mahakam, untuk berpartner bersama PHM, di wilayah kerja Mahakam.

Wahyu menjelaskan, keterlibatan PT MMP Kutai Mahakam, nantinya kurang lebih seperti Inpex, yang berduet dengan Total E&,P Indonesie, kala mengelola Blok Mahakam. Meski minoritas, sebagai pemegang interest 10 persen, PT MMP Kutai Mahakam akan terlibat dalam setiap pengambilan kebijakan pengelolaan Blok Mahakam. Termasuk menyusun rencama dan target kerja (Work Plan and Budget/WPB).

"Jadi sebelumnya Blok Mahakam dikelola Total dan Inpex. Komposisinya 50 : 50. Nah, baik Total maupun Inpex sepakat yang menjadi operator adalah Total. Jadi posisi kita seperti Inpex. Yang jadi operatornya PHM," urai Wahyu.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018, Tak Ada Jatah untuk Honorer K2 di Pemkab Berau

Wahyu berharap semua pihak mendukung percepatan keterlibatan PT MMP Kutai Mahakam, di Blok Mahakam. Diperkirakan, keuntungan yang akan diperoleh PT MMP Kutai Mahakam dalam keterlibatannya di Blok Mahakam berkisar Rp 400 miliar per tahun.

"Itu hitungan dua tahun lalu. Tapi itu perkiraan. Belum potong pajak dan sebagainya. Kan harga migas dunia berfluktuasi juga," tuturnya.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved