Haikal Hassan: Entar Begitu Dia Ulama, Calon Kita yang Asli Baru Kita Tampilkan
Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Haikal Hassan klaim Jokowi termakan strateginya untuk mengambil Wapres Ulama.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Pemberitaan seputar pemilihan presiden (Pilpres) 2019 semakin menghangat.
Kedua kubu, baik kubu Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto saling mengklaim memiliki strategi jitu untuk memenangkan calon masing-masing.
Strategi yang kini menjadi perbincangan warganet (netizen) adalah strategi yang diungkapkan Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Haikal Hassan. Strategi Haikal Hassan mengatur strategi sempat bocor.
Di video berdurasi sekitar satu menit itu, Haikal Hassan tengah menjabarkan rencananya soal pemilihan pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
Karni Ilyas pemandu acara talkshow Indonesian Lawyers Club (ILC) di TVOne, lantas meminta komentar dari Haikal Hassan terkait video itu.

Lama bungkam, akhirnya Haikal Hassan mengakui ia memang sosok di video tersebut. "Itu saya dan bajunya masih saya," ucap Haikal Hassan dikutip TribunJakarta.com (grup Surya.co.id) dari saluran YouTube ILC.
"Emang saya bukan orang lain emang kita, kita kan enggak punya kembaran," tambahnya.
Haikal Hassan mengatakan kala itu dirinya berbicara atas nama pribadi, "Tapi saya ngomong itu atas nama pribadi," jelas Haikal Hassan.
Ia juga mengakui di video itu dirinya memang tengah menyusun strategi soal pemilihan calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto.
Menurut Haikal Hassan, ia tak pernah menyampaikan kepada publik atau GNPF terkait isi dari video tersebut.
Maka dari itu Haikal Hassan memuji kehebatan penyebaran informasi saat ini, sehinga video tersebut dapat bocor dan menjadi konsumsi khalayak ramai.
"Yang sedang menyusun strategi, penyebaran informasi hebat sekali hingga itu bocor, dan saya tidak pernah menyampaikan itu pada publik," jelas Haikal Hassan.
"Walaupun status saya sebagai penasihat," tambahnya.
Penelusuran TribunJakarta.com di video yang beredar tersebut, nampak Haikal Hassan yang tengah makan meminta rekan-rekanya untuk menggaungkan pendamping Prabowo di Pilpres 2019 adalah seorang ulama.
"Prabowo mesti ulama, Prabowo-ulama terus gaungkan di situ," ucap Haikal Hassan.
Hal tersebut menurut Haikal Hassan bertujuan agar kubu Jokowi memilih pendamping yang juga berasal dari kalangan ulama.
"Supaya pihak sono pasti bakal mesti ulama gitu," kata Haikal Hassan.
Di video tersebut juga terungkap mengapa Prabowo mengumumkan pendampingnya seusai Jokowi.
"Ntar begitu dia ulama, calon kita yang asli baru kita tampilkan," ucap Haikal Hassan santai.
Habib Rizieq Ingin Balik ke Indonesia
Ketua GNPF Yusuf Martak membeberkan alasan mengapa Habib Rizieq Shihab tak kunjung datang ke Indonesia.
Hal itu terungkap melalui acara talkshow Indonesia Lawyers Club di TVOne, Selasa (18/9/2018) malam.
Yusuf Martak menyebutkan bahwa saat ini Rizieq Shihab sedang dicekal oleh pemerintah Arab Saudi.
Maka, lanjutnya, Habib Rizieq Shihab tidak bisa keluar dari Arab Saudi.
"Dan Habib Rizieq Shihab statusnya saat ini dicekal, tidak bisa keluar dari Saudi Arabia," terang Yusuf Martak.
Yusuf Martak menambahkan, visa Habib Rizieq Shihab masih berfungsi.
Keluarganya pun, lanjutnya, dibebaskan dari tempat imigrasi Arab Saudi.
"Visa masih hidup, beliau akan meninggalkan Saudi, keluarganya dibebaskan dari imigrasi, tapi Habib Rizieq dicekal," jelas Yusuf Martak.
Yusuf Martak pun melempar pertanyaan, adakah kesalahan yang dibuat Habib Rizieq Shihab sehingga ia tak bisa kembali ke Indonesia.
"Nah pertanyaannya, ada kesalahan apa Habib Rizieq dengan pemerintah Saudi?" tanya Yusuf Martak.
"Kalau seandainya ada kesalahan dan permasalahan dengan pemerintah Saudi, Habib Rizieq sudah pasti ditahan, sudah pasti dipanggil," sambungnya.
Tak berbeda jauh, penasihat GNPF Haikal Hassan mengungkapkan bahwa Habib Rizieq Shihab ingin pulang ke Indonesia.
Ia juga sempat menyebut sistem di Indonesia tak bisa kembalikan hak-hak warga negara yang terbukti tidak bersalah.
"Sampai detik ini Pak Jokowi (Presiden) tidak sanggup memulangkan Habib Rizieq. Pak Tito (Kapolri) tidak sanggup mengembalikan Habib Rizieq.
Itu fakta, bahwa sistem di sini, rezim di sini tidak mampu mengembalikan hak-hak warga negara yang terbukti tidak bersalah," sambungnya.
Sambil bersumpah, Haikal Hasan mengatakan Habib Rizieq Shihab ingin kembali ke Indonesia, namun ada hal yang tak bisa membuatnya pulang.
"Saya tidak bilang Pak Jokowi tidak sanggup, Pak Tito tidak sanggup. Saya bilang sampai detik ini Pak Habib Rizieq Demi Allah, ingin sekali pulang, tapi ada kekuatan yang tidak bisa membuat dia pulang," jelasnya.
"Demi Allah saya bersumpah. Karena hampir setiap malam saya berkomunikasi," lanjutnya.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Strategi Haikal Hassan agar Jokowi Pilih KH Ma'ruf Amin Bocor, Targetnya untuk Menangkan Prabowo, http://surabaya.tribunnews.com/2018/09/20/strategi-haikal-hassan-agar-jokowi-pilih-kh-maruf-amin-bocor-targetnya-untuk-menangkan-prabowo?page=4.
Editor: Tri Mulyono