Gempa dan Tsunami Sulteng

Evakuasi dan Distribusi Bantuan Gempa Palu, TNI AU Minta Bandara SAMS Balikpapan Operasi 1x24 Jam

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebagai pangkalan aju evakuasi dan distribusi logistik bencana gempa dan tsunami Palu.

Evakuasi dan Distribusi Bantuan Gempa Palu, TNI AU Minta Bandara SAMS Balikpapan Operasi 1x24 Jam
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Pesawat militer Singapura di Hanggar C Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, saat melakukan proses loading logistik bantuan, Kamis (4/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ditetapkannya Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebagai pangkalan aju evakuasi dan distribusi logistik bencana gempa dan tsunami Palu, membuat bandara tersebut beroperasi 1x24 jam.

Diungkapkan General Manager Angkasa Pura I Balikpapan, Farid Indra, pengoperasian Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang sebelumnya jam 06.00 sampai 24.00 Wita, diperpanjang menjadi 24 jam.

"Runway Capacity Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebanyak 18, 14 penerbangan regular, 4 Irregular. Sehingga 4 slot bisa digunakan untuk penerbangan bantuan di Palu," katanya.

Sementara, Danlanud Balikpapan Kolonel pnb Muhammad Mujib menyatakan dalam kondisi darurat seperti ini, kegiatan operasional di bandara harus 24 jam.

Diserbu Netizen Tanya Kasus Kebohongan Ratna Sarumpaet, Begini Tanggapan Hotman Paris

Aktivitas kegiatan di udara, sewaktu-waktu diperlukan.

"Operasional di sini, kondisi urgen, kalau perlu 24 jam, kita buka 24 jam," kata Mujib, Jumat (5/10/2018).

Mengingat kondisi landasan bandar udara Mutiara SIS Al-Jufri yang tak normal. Hanya bisa mendaratkan beberapa pesawat, lantaran kondisi run way yang sebagian rusak akibat gempa.

Jadi Daerah Penanganan Korban Gempa dan Tsunami Palu, Balikpapan Kedatangan Pesawat Militer Asing

Sehingga membuat bantuan logistik dan evakuasi harus dilakukan bergantian.

Dan itu memerlukan waktu, sementara bantuan terus mengalir, keinginan korban di Palu untuk dievakuasi dari Palu semakin besar.

Ratna Sarumpaet Operasi Sedot Lemak di Usia 70 Tahun, Tenyata Ini Risikonya

Tak Cuma Petobo dan Balaroa, Kampung Jono Oge juga Hilang di Telan Bumi

"Memang ada pembatasan. Biasanya keseharian sampai jam 2 pagi tutup. Namun kondisi seperti ini, kita dituntut mengoptimalkan landasan di Palu, slotnya terbatas, kita bergantian. Kami koordinasi ke AP, mengoptimalkan pelayanan. Kalau perlu 1x24 jam," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved