Gempa dan Tsunami di Sulteng

Pengecekan Diperketat, Pemkot Minta Bantuan Kadaluwarsa Tak Didistribusikan ke Palu

Rizal Effendi telah meminta tim bantuan untuk tidak mendistribusikan bantuan yang sudah kadaluwarsa.

Pengecekan Diperketat, Pemkot Minta Bantuan Kadaluwarsa Tak Didistribusikan ke Palu
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, telah meminta tim bantuan untuk tidak mendistribusikan bantuan yang sudah kadaluwarsa dan jenis bantuan yang ada diluar daftar kebutuhan bantuan.

Hal itu diungkapkan Rizal kepada wartawan usai menghadiri Bekraf Develover Day 2018 di hotel Novotel, Minggu (7/10/2018) siang tadi.

Dikatakan Rizal, bantuan Internasional yang sudah kadaluwarsa dan bantuan yang tidak masuk dalam daftar bantuan tidak akan didistribusikan ke Korban Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Bantuan kadaluwarsa seperti dari India tidak didistribusikan ke Palu," ungkapnya.

Tim kesehatan dari Balai Pemeriksa Obat dan BPOM, tim kesehatan pelabuhan, PMI, dan BNPB melakukan penyortiran bantuan secara lebih teliti guna mendeteksi adanya bantuan-bantuan yang kadaluwarsa.

Baca juga:
 

"Saat ini penyortiran bantuan lebih kita perketat. Kalau ada ditemukan lagi bantuan yang kadaluwarsa atau diluar daftar bantuan, kita tidak akan distribusikan ke Palu," tegasnya.

ia membeberkan, jenis bantuan yang kadaluwarsa tersebut terdiri dari obat-obatan, makanan, dan minuman.

"Tapi lebih banyak obat-obatan yang kadaluwarsa," ucapnya.

Diketahui, hingga saat ini, bantuan terus bergerak di Base Ops Domber Balikpapan, baik untuk pengangkutan pengungsi, maupun bantuan Logistik ke Palu. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved