Kamis, 30 April 2026

Mancanegara

Saudi Akui Jurnalis Khashoggi Tewas Namun Bukan Dibunuh

Kedua orang tersebut merupakan pembantu utama Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Tayang:
JIM WATSON/AFP
DEMONSTRAN - Seorang demonstran berpakaian seperti Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memprotes atas kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki. Foto ini diambil pada 10 Oktober 2018_ 

Trump Percaya Pengakuan Saudi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, penjelasan Arab Saudi mengenai kematian jurnalis Jamal Khashoggi adalah kredibel. Ia mengapresiasi langkah otoritas Saudi yang menahan 18 orang terkait kasus itu. "Saya yakin. Saya yakin," ujarnya.

"Sekali lagi. Ini masih awal. Kami belum menyelesaikan tinjauan kami, investigasi kami. Tapi saya rasa ini langkah pertama yang penting," katanya, seperti dikutip dari CNN.

Sebaliknya, anggota Kongres AS, senator Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, meragukan kredibilitas pemerintah Saudi yang sebelumnya bersikeras menyatakan jurnalis tersebut telah meninggalkan gedung konsulat.

"Saya skeptis terhadap narasi Saudi yang terbaru mengenai Khashoggi," kicaunya, seperti diwartakan AFP.
Jamal Khashoggi merupakan jurnalis Arab Saudi yang mengawali karier sebagai seorang jurnalis di sebuah koran berbahasa Inggris, Saudi Gazzete, pada era 1990-an.

Dia menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Arab News pada 1999-2003 dan menempati posisi yang sama di koran Al Watan selama dua dua bulan. Namun, pada 2007 ia kembali ditarik ke Al Watan, kali ini sebagai pemimpin redaksi selama tiga tahun.

Khashoggi dikenal sebagai jurnalis yang memiliki idealisme tinggi. Lewat tulisan-tulisannya, Khashoggi juga sering mengkritik pemerintah Arab Saudi, termasuk Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Konsistensinya dalam memperjuangkan idealisme ini membuat Khashoggy banyak dimusuhi.  Hingga akhirnya ia memutuskan untuk melarikan diri ke Amerika pada musim panas 2017. Kepindahannya ke Amerika menyusul Pangeran Mohammed yang memulai penindakan antikorupsi di seluruh kerajaan, tetapi juga memberangus pihak yang dianggap menentang pemerintah.

Khashoggi terdaftar sebagai salah seorang kolumnis di media internasional yang berbasis di ibu kota Amerika Serikat, The Washington Post. Ia sudah menulis banyak artikel kolom di media itu sejak Maret 2018. Ia menulis banyak kritikan terhadap Pemerintah Saudi Arabia, yang kebanyakan ditujukan kepada Putra Mahkota, Mohammed bin Salman.

Namun, pada 2 Oktober 2018, Khashoggi dilaporkan menghilang setelah memasuki gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk mengurus dokumen pernikahan dengan tunangannya.

The Washington Post menerima tulisan dari Khashoggi sehari setelah dia dilaporkan menghilang. Tulisan itu berjudul "Yang Paling Dibutuhkan Negara-negara Arab adalah Kebebasan Berekspresi". Namun, tulisan itu diputuskan tidak dipublikasikan. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai https://internasional.kompas.com/read/2018/10/20/07124661/saudi-akui-jamal-khashoggi-tewas-di-gedung-konsulat-akibat-bertikai

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved