Sabtu, 18 April 2026

Pertamina Resmi Kelola WK East Kalimantan dan Attaka, Ini Ungkapan Eks Karyawan Chevron

PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan dan Attaka dari Chevron Indonesia

Editor: Sumarsono
Tribun Kaltim/Rachmad Sujono
Abraham Manoppo dan Gita Nata menerima secara simbolis safety helmet Pertamina (Persero) menandani alih kelola Wilayah Kerja Chevron Indonesia Company (CICo) kepada PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Rabu (24/10). Tribunkaltim/Rachmad Sujono) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan dan Attaka dari Chevron Indonesia Company (CICo) setelah dilakukan serah terima pengelolaan wilayah kerja East Kalimantan dan Attaka, Rabu (24/10), di Chevron Pasir Ridge Office, Complex and Housing, Balikpapan.

Pengelolalan WK East Kalimantan akan dilakukan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), sebagai anak usaha Pertamina Hulu Indonesia (subsidiary dari PT Pertamina). PHKT ditunjuk sebagai pengelola sekaligus operator di WK East Kalimantan-Attaka periode kontrak 25 Oktober 2018 hingga 24 Oktober 2038.

Wilayah Kerja East Kalimantan sebelumnya dikelola Chevron Indonesia Co. Penyerahan pengelolaan WK dilaksanakan setelah kontrak operator CICo berdasarkan production sharing contract (PSC) WK East Kalimantan dan Attaka berakhir pada 24 Oktober 2018.

Baca: Gelar OTT di Kabupaten Cirebon, KPK: Ada Dugaan Jual Beli Jabatan

Saat ini, WK East Kalimantan-Attaka merupakan lapangan yang berada pada fase produksi 'V' atau 'fase decline lanjut'. Perkiraan kumulatif produksi WK East Kalimantan-Attaka sebesar 1 BBO dan 3 TCF.

Dengan kondisi tersebut, Pertamina berupaya menahan laju produksi pada 2018 dengan merencanakan pengeboran 10 workover dan 59 well service yang diestimasi untuk produksi rerata per hari di tahun 2018 sebesar 73.3 MMCFD untuk gas dan 13.291 BPOD untuk minyak.

Dan 2019 merencanakan pengeboran 3 sumur di kuartal ke-4, 37 workover dan 308 well services yang diestimasi untuk produksi rerata per hari di tahun 2019 sebesar 59.4 MMCFD untuk gas dan 10.639 BPOD untuk minyak.

PHKT juga menganggarkan investasi dengan komitmen pasti investasi selama 3 tahun pertama sebesar USD 79.3 Juta.

Baca: Piala Asia U 19 - Ini Alasan Pelatih Uni Emirat Arab Tolak Berjabat Tangan dengan Indra Sjafri

Selain itu, untuk menjaga kontinuitas operasional WK East Kalimantan-Attaka setelah 24 Oktober 2018, PHKT juga menyerap 727 pekerja CICo untuk bergabung di PHKT serta penandatanganan kontrak-kontrak pendukung aktivitas operasional baik melalui metode mirroring kontrak maupun pengadaan baru sekitar 200 kontrak.

WK East Kalimantan-Attaka memiliki 15 lapangan atau field, yaitu Attaka, Melangin, Kerindingan, Serang, Sapi, Santan, Sepinggan, Sedandang, Seguni, Sejadi, Yakin, Mahoni, Bangkirai, Seturian dan Pantai.

Data pada akhir September 2018, produksi minyak dan kondensat WK East Kalimantan-Attaka sebesar 13.220 barel minyak per hari (bpod) dan gas sebesar 69,44 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyatakan dengan telah ditandatanganinya KKS WK East Kalimantan dan Attaka antara SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), bersama dengan Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-sanga dan Pertamina Hulu Indonesia, diharapkan tercipta sinergi untuk mendukung efisiensi yang lebih maksimal bagi operasi hulu migas di Kalimantan Timur.

Baca: Inilah Spesifikasi Dua Bandara di Kaltim yang Bakal Diresmikan Presiden Jokowi

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso, menyatakan terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu proses alih kelola WK East Kalimantan dan Attaka dari masa transisi sampai saat ini dan tentunya untuk kelancaran operasi ke depan.

"Pertamina telah memberikan komitmen pasti kepada pemerintah dalam mengelola WK East Kalimantan dan Attaka yakni 2 paket study eksplorasi dan 4 infill atau development well. Tentunya ini semua akan berjalan jika didukung oleh semua pihak," beber Bamabang Manumayoso.

"Keberhasilan alih kelola WK East Kalimantan dan Attaka akan menjadi pembuktian Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia. Seluruh komponen anak bangsa patut mendukung untuk mewujudkan tujuan ini," tutur Amien.

Baca: Satu Keluarga Tewas, Sang Kepala Keluarga Sempat Kirim Pesan Perpisahan di Grup WhatsApp

Gita Nata, karyawan Chevron Indonesia Company (CICo) mengaku bahagia karena mulai Kamis (25/10) telah beralih menjadi karyawan Pertamina, perusahaan milik negara sendiri. "Bahagia bisa membantu perusahaan dalam negeri," ujar Gita.

Suasana alih kelola wilayah kerja (WK) East Kalimantan-Attaka dari Chevron Indonesia Company (CICo) berlangsung dengan khidmat, dihadiri ratusan undangan dan karyawan dari Chevron Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved