Kamis, 7 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Bahlil Sebut Indonesia dapat Minyak dari Rusia, Dubes: tak Ada Diskon, Harga bisa Jadi Lebih Tinggi

Bahlil menyebut Indonesia mendapat pasokan minyak dari Rusia. Dubes Rusia untuk Indonesia: tak ada diskon untuk Indonesia, harga bisa lebih mahal.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Kompas.com/Singgih Wiryono
MINYAK DARI RUSIA - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov saat berkunjung ke Kantor Sonora, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia mendapat pasokan minyak dari Rusia. Dubes Rusia menyebut tak ada harga diskon, harga bisa jadi lebih mahal dengan situasi global saat ini. (Kompas.com/Singgih Wiryono) 

Ringkasan Berita:
  • RI bakal dapat pasokan minyak mentah dan LPG dari Rusia.
  • Dibahas usai pertemuan bilateral Menteri ESDM Bahlil dan Menteri Rusia di Moskow.
  • Skema kerja sama menggabungkan pendekatan G2G dan B2B.
  • Rusia tegaskan tak ada diskon, harga justru bisa lebih tinggi dengan situasi global saat ini
  • Ada peluang kerja sama lain seperti penyimpanan hingga nuklir.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia akan mendapat pasokan minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia

Kepastian Indonesia mendapatkan pasokan minyak dan LPG dari Rusia ini disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow, Rusia, Selasa (14/4/2026).

Pertemuan antara Bahlil dengan Menteri Energi Rusia tersebut menjadi tindak lanjut dari komunikasi tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang berlangsung sehari sebelumnya di Kremlin.

Dalam pertemuan itu, Indonesia-Rusia membahas langkah konkret untuk memperluas kerja sama di sektor energi, termasuk pasokan minyak mentah dan gas.

Baca juga: Penjelasan Bahlil soal Indonesia Dapat Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia

Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, kerja sama ini dinilai menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi.

Ketergantungan terhadap impor energi serta fluktuasi harga global mendorong pemerintah untuk mencari mitra baru yang memiliki kapasitas produksi besar dan stabil.

Hasil pembicaraan tersebut menunjukkan sinyal positif, di mana Rusia menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu pemasok utama energi bagi Indonesia, baik dalam bentuk minyak mentah maupun LPG.

Dalam forum resmi tersebut, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pembahasan antara Indonesia dan Rusia berjalan produktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan awal yang menjanjikan.

Ia menyebut bahwa Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan pasokan minyak mentah atau crude oil.

Istilah crude sendiri merujuk pada minyak bumi yang belum diolah atau dimurnikan menjadi bahan bakar seperti bensin atau solar.

"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," ujar Bahlil.

Selain minyak mentah, Indonesia juga akan memperoleh pasokan LPG, yaitu bahan bakar gas yang umum digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.

LPG merupakan singkatan dari liquefied petroleum gas, yaitu gas hasil pengolahan minyak bumi yang dicairkan agar mudah didistribusikan.

Kehadiran Perusahaan Energi Rusia

Pertemuan tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah kedua negara, tetapi juga dihadiri oleh sejumlah perusahaan energi besar asal Rusia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved