Rabu, 13 Mei 2026

Pembahasan Cagub DKI Alot, Fraksi PKS DKI Ingatkan Mesin Partai Pilpres 2019 Bisa Pecah

Pembahasan Wagub DKI Alot, Fraksi PKS di DKI Jakarta tegaskan mesin partai untuk Pilpres 2019 bisa pecah akibat ini.

Tayang:
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA-- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, alotnya pembahasan soal wakil gubernur dengan Partai Gerindra membuat kader kecewa. Menurut Suhaimi, mesin partai untuk Pemilihan Presiden 2019 bisa mati akibat hal ini.

"Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai pasti mati tuh karena PKS itu kan partai kader," ujar Suhaimi ketika dihubungi, Selasa (30/10/2018).

Suhaimi mengatakan, sejak awal kader PKS di tingkat paling bawah memahami pemilihan cawagub sebagai komitmen antara Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Komitmen itu menyebut bahwa posisi wagub DKI Jakarta diserahkan kepada PKS. Di internal PKS, komitmen apapun yang dibuat pimpinan partai akan langsung diikuti kader di tingkatan bawah.

Hal ini berbeda dengan yang terjadi di internal Partai Gerindra. Komitmen antara Prabowo dan Sohibul tidak bisa serta merta diikuti kepengurusan partai di tingkat DKI Jakarta.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Baca: Naik ke Penyidikan, Presiden PKS Diperiksa Polisi Selasa Terkait Laporan Fahri Hamzah

Baca: Presiden PKS Persilakan Kadernya Lakukan Kampanye Negatif

Baca: PKS dan Gerindra Tak Kunjung Sepakat Soal Wagub DKI, Sandiaga Akan Tempuh Ini

Atas kondisi itu, Suhaimi menganggap wajar jika kader merasa kecewa. Kekecewaan ini bisa berdampak pada upaya pemenangan Prabowo dan Sandiaga di Jakarta.

"Sudah ada komentar misalnya 'sudah Pemilihan Presiden silakan Gerindra urusin sendiri'. Itu kan bentuk kekecewaan. Jadi gundah gulana kader terkait wagub ini sudah terasa di bawah," ujar Suhaimi.

Adapun, jabatan wagub sudah kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri. Sandiaga mundur karena memilih maju sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.

Terkait mekanisme penentuan pengganti Sandiaga, partai pengusung harus mengajukan dua nama pengganti kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Setelah itu, Anies tinggal mengantarkan dua nama tersebut kepada DPRD DKI Jakarta.

Kemudian DPRD DKI Jakarta akan memilih satu orang dari dua kandidat tersebut.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Tak Diberi Kursi Wagub, PKS DKI Ancam Matikan Mesin Partai pada Pilpres 2019 ", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/10/30/16394181/jika-tak-diberi-kursi-wagub-pks-dki-ancam-matikan-mesin-partai-pada.
Penulis : Jessi Carina
Editor : Kurnia Sari Aziza

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved