Aksi Peduli Warga Tenggarong, Siapkan Nasi Bungkus Gratis Tiap Hari Jumat
ALISA (34), warga Jalan Selimpat RT 17 Kelurahan Panji, Tenggarong, Kukar mendadak menjadi perbincangan publik (viral)
Penulis: Rahmad Taufik | Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO - ALISA (34), warga Jalan Selimpat RT 17 Kelurahan Panji, Tenggarong, Kukar mendadak menjadi perbincangan publik (viral) lantaran aksi sedekahnya yang tak biasa.
Tiap hari Jumat, dia menyiapkan 50 nasi bungkus gratis ditaruh di etalase depan rumahnya. Setiap orang yang membutuhkan dipersilakan ambil tanpa harus membayar.
ETALASE kaca yang berada di depan rumah Alisa tertulis 'Tempat Nasi Gratis, Siapapun Boleh Mengisi, Siapapun Boleh Mengambil'. Tak hanya nasi bungkus, Alisa juga menaruh air mineral kemasan gelas plastik.
Aksi sedekahnya baru berjalan tiga kali ini. Saat sksi pertama, nasi bungkus yang disediakan tak disentuh orang selama sekitar dua jam. Alisa mengaku sempat cemas karena tak ada orang mengambil nasi bungkusnya.\
Baca: Pemkot dan DPRD Kota Balikpapan Bentuk Tim Seleksi Investor Persiba Balikpapan
Ia pun menunaikan salat Dhuha dan berdoa memohon kepada Allah agar menggerakkan hati orang mengambil nasi bungkus yang telah disiapkan. Tak lama, beberapa orang mulai mengambil nasi bungkusnya. Ia pun mengaku senang melihatnya. Sekitar pukul 15.00, nasi bungkus di etalasenya ludes.
"Kalau pada Jumat pertama dulu, saya beli 10 nasi bungkus, lalu ditaruh di etalase. Setelah habis, saya beli lagi 10 bungkus, begitu seterusnya sampai genap 50 bungkus nasi," ujar ibu 3 anak ini.
Ia sengaja tak menaruh 50 nasi bungkus sekaligus karena khawatir tak ada yang mengambil sehingga nasinya jadi dingin, berminyak atau malah basi. Pada Jumat kedua dan ketiga, ia mulai masak sendiri menu nasi bungkusnya. Menurutnya, ada kepuasan sendiri jika masakannya disantap orang lain.
Jumat (9/11) kemarin, etalase kaca depan rumah Alisa penuh makanan, tak hanya nasi bungkus, tapi juga bihun dalam kemasan plastik mika. Rupanya, ada orang lain ikut mengisi etalase dengan menaruh makanan. Beberapa orang juga mengambil nasi bungkus dan bihun hingga tersisa tiga bungkus nasi. Alisa menaruh lagi 10 bungkus nasi untuk kesekian kalinya.
Baca: Kalah dan Kehilangan Satu Pemain, Timnas Indonesia Duduk di Peringkat 4 Klasemen Piala AFF 2018
"Pada umumnya, orang yang mengambil nasi bungkus ini malu-malu. Kalau pintu rumah saya terbuka, orang segan mengambil nasi bungkus di etalase. Makanya jangan heran kalau rumah saya selalu tertutup," tuturnya.
Macam-macam perilaku orang saat mengambil nasi, seperti menyuruh anaknya hingga menunggu suasana sepi. "Bahkan, ada seorang pengendara motor langsung tancap gas setelah ambil nasi bungkus," kata Alisa.
Beruntung tempat tinggal Alisa berada di perkampungan sepi. Jadi orang bisa leluasa mengambil nasi bungkusnya tanpa sungkan. Biasanya, tukang sapu, kuli bangunan di perumahan, pemulung dan petani sering mengambil nasi bungkusnya.
Ia mengaku sedekah nasi bungkus ini terinspirasi dari akun Facebook seseorang di Solo, Jawa Tengah. Bagi Alisa, bersedekah tak membuatnya miskin tapi malah rezekinya tak putus-putus.
"Rezeki bukan selalu diartikan dengan uang, tapi juga kesehatan, anak-anak tidak sakit, punya tetangga yang ramah dan dapat teman baik. Semua itu rezeki tak ternilai," ujarnya.
Baca: Bima Sakti Angkat Bicara soal Kartu Merah Putu Gede dan Sikap Emosional Anak Asuhnya
Alisa juga aktif dalam komunitas Tangan di Atas (TDA) dan Sedekah Seribu Sehari (S3). Heriyadi (36), suaminya selalu mendukung aktivitas sosial Alisa.
"Bahkan saya menyisihkan 30 persen dari gaji suami saya untuk disedekahkan," kata Alisa. Ia juga pernah menjual barang berharganya hanya untuk menunaikan bersedekah. Kebiasaan sedekah sudah menjadi candu baginya.
"Allah pun memberi saya rezeki tanpa perhitungan. Alhamdulillah, saya sudah memberangkatkan haji orangtua dan mengumrahkan keluarga dekat kami," tuturnya.
Selain sedekah, ia berpesan agar ibadah wajib tetap diutamakan agar Allah senantiasa memberi rezeki melimpah. Kebiasaan sedekahnya ini diturunkan kepada 3 orang anaknya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alisa.jpg)