Rabu, 29 April 2026

Rizieq Shihab Sebut Ada Upaya Balas Dendam Terkait Kekalahan Pilkada DKI, Ini Jawaban BIN

Rizieq Shihab menuding kasus bendera di Arab Saudi rumahnya, sebagai upaya balas dendam terkait dengan Pilkada DKI

Kapitra Amper via Serambi Indonesia
Rizieq Shihab bersama aparat keamanan Arab Saudi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Pihak Habib Rizieq Shihab menuding ada pihak intelijen yang atas kasus bendera yang menimpanya di Arab Saudi.

Bahkan Habib Rizieq Shihab mengatakan kalau ada upaya balas dendam dalam kasusnya terkait Pilkada DKI Jakarta.

Dalam videonya di Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab mengatakan bahwa kasusnya saat ini masih dalam proses.

Ia menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi selama ini memperlakukan dirinya dengan baik, dan tidak ada masalah.

"Ini semua masalah datan bukan dari Pemerintah Saudi, dari negeri kita yang memberi masukan-masukan dalam operasi intelijen yang ingin menghancurkan kita," ujarnya dalam video tersebut.

Habib Rizieq Shihab menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi kalang kabut mendengar ada isu teroris tinggal di Arab Saudi.

Rizieq Shihab dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok
Rizieq Shihab dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok (tribunbogor.com)

Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mencari tahu kebenarannya kepada Habib Rizieq Shihab. Isu itu, kata dia, lagi-lagi datang dari Pemerintah Indonesia.

"Jadi sekali lagi bukan pemerintah sini yang membuat kita susah, yang membuat kita susah adalah rezm yang masih tidak puas yang ingin balas dendam politik kepada saya, karena jagoannya kalah di Pilkada Jakarta, itu aja," jelasnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Juru Bicara Kepala Badan Inyelijen Nasional (BIN) Wawan Purwanto membantah tudingan dari Habib Rizieq Shihab tersebut.

Ia bahkan menyarankan agar pihak Habib Rizieq Shihab tidak menuding tanpa bukti.

"Memang tidak ada operasi intelijen itu, kita tidak ingin gegabah seperti itu, makanya harus kita klarifikasi dulu sebelum menyampaikan sesuatu, jangan ngomong kalau nggak ada bukti," jelasnya dilansir TribunnewsBogor.com dalam tayangan Prime News CNN di YouTube CNN Indonesia, Sabtu (10/11/2018).

"Kita ingin mengingatkan semua pihak agar tidak mudah memberi statemen apalagi dengan media sosial," tambahnya.

Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umun, Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Jika hal itu dilakukan, kata dia, isunya akan terus bergulir ke mana-mana yang akhirnya orang menimbulkan spekulasi-spekulasi yang tidak siap.

"Dan menimbulkan kegaduhan baru atau masalah hukum baru," tandasnya.

Ia juga menjelaskan, meski FPI tak menyebut BIN, pihaknya tetap akan beraksi, karena pihak FPI menyebut tim lapangan Pejaten.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved