Mancanegara

Mirip Robot dan Demi Keamanan, Karyawan di Tanami Microchip

Dengan chip tersebut, lanjut Osterlund, maka perusahaan akan lebih mudah mengatur pembatasan terhadap karyawan mereka.

Mirip Robot dan Demi Keamanan, Karyawan di Tanami Microchip
AFP
MICROCHIP - Microchip kecil yang ditanam di tubuh warga Swedia. 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON - Sejumlah perusahaan besar di Inggris dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menggunakan perangkat microchip tanam kepada para karyawan mereka sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan.

Sebuah perusahaan teknologi asal Swedia, Biohax mengatakan sedang dalam proses pembicaraan dengan sejumlah perusahaan hukum dan keuangan di Inggris untuk menanamkan chip sebesar butiran beras kepada para karyawannya.

Baca: Warga Kota Meksiko Bentrok dengan Polisi, Ini Penyebabnya

Biohax merupakan perusahaan yang memproduksi implan chip untuk manusia. Mereka disebut telah sejak lama mengimplementasikan penggunaan microchip ke warga Swedia yang berisikan data pribadi mereka.

"Perusahaan-perusahaan ini memiliki dokumen sensitif yang berkaitan dengan pekerjaan mereka," kata Jowan Osterlund, pendiri Biohax, kepada Daily Telegraph, dilansir Metro.co.uk.

Baca: Meski Terpisah Pulau, Lukisan Dinding di Kalimantan dan Sulawesi Memiliki Banyak Persamaan

Dengan chip tersebut, lanjut Osterlund, maka perusahaan akan lebih mudah mengatur pembatasan terhadap karyawan mereka.

Menurut Biohax, microchip tersebut akan bernilai 150 poundsterling atau sekitar Rp 2,8 juta per buah.
Nantinya, microchip tersebut akan ditanam di bagian kulit antara ibu jari dan telunjuk tangan. Selain memuat data karyawan, alat tersebut akan dapat digunakan sebagai pemancar.

Baca: Pelanggan PDAM Menunggak Tagihan 2 Bulan Langsung Putus Aliran Air

Osterlund mengatakan, perusahaan besar dengan jumlah karyawan mencapai ratusan ribu akan mendapat sejumlah kemudahan jika menggunakan microchip tersebut, termasuk dapat menghemat anggaran.

Sebelumnya diberitakan, sejak 2015, lebih dari 4.000 warga di Swedia dikabarkan telah menyematkan microchip tersebut ke dalam tubuh mereka.

Alat kecil tersebut dapat digunakan untuk menyimpan rincian kontak darurat, profil media sosial hingga berfungsi sebagai e-ticket untuk perjalanan kereta api atau konser pertunjukan.

Penggunaan microchip diklaim lebih aman dari ancaman peretasan karena alat itu bersifat pasif, yang berarti alat tersebut tidak mampu membaca informasi yang ada dalam chip itu sendiri. Selain itu, teknologi yang umum ada saat ini juga belum mumpuni untuk meretas sebuah chip. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Perusahaan di Inggris Pertimbangkan Tanam Microchip ke Tubuh Karyawan https://internasional.kompas.com/read/2018/11/19/17415361/perusahaan-di-inggris-pertimbangkan-tanam-microchip-ke-tubuh-karyawan

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved