Rabu, 20 Mei 2026

Langka, Elpiji 3 Kg di PPU Dibanderol Rp 40 Ribu!

Bahkan sejumlah warga sudah kesulitan mendapatkan tabung gas sejak dua minggu lalu dan harga mencapai Rp 30 ribu sampai 40 ribu.

Tayang:
Penulis: Samir |
tribunkaltim.co/niko ruru
Ilustrasi - Tumpukan elpiji tabung 3 kilogram di salah satu agen di Kecamatan Nunukan. 

Langka, Elpiji 3 Kg di PPU Dibanderol Rp 40 Ribu!

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -  Kelangkaan tabung gas 3 kg di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus terjadi.

Bahkan sejumlah warga sudah kesulitan mendapatkan tabung gas sejak dua minggu lalu dan harga mencapai Rp 30 ribu sampai 40 ribu.

Namun bagi Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag), tidak terjadi kelangkaan karena jatah untuk PPU tak dikurangi.

Warga Kelurahan Nipah-nipah, Ica mengaku kesulitan mendapatkan elpiji sejak dua minggu lalu.

Vicky Prasetyo Tuduh Angel Lelga Selingkuh dengan Fiki Alman, Berikut Fakta Tentang Pemain FTV Itu

 

Bahkan ia sempat mendatangi pangkalan dan mengecer namun habis.

"Tapi rata-rata juga mengeluhkan kelangkaan tabung gas. Padahal kan warga rata-rata menggunakan elpiji 3 kg untuk memasak," ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Feri, seorang penjual gorengan.

Ia mengaku sudah dua minggu ini sulit mendapatkan gas 3 kg bahkan sudah keliling di sejumlah pengecer dan pangkalan karena kesulitan mendapatkan gas 3 kg, sehingga ia memutuskan untuk mengganti tabung 12 kg.

Jerman Vs Belanda - Tim Panser Terdegradasi ke Liga B, Berikut Hasil Lengkap UEFA Nations League

 

Kabid Perdagangan, Diskukmperindag PPU, Rusli, Minggu (20/11/2018) menjelaskan, selama ini tidak pernah terjadi kelangkaan gas 3 kg di Kabupaten PPU, karena jatah tetap stabil dan tak dilakukan pengurangan.

Ia mengungkapkan, dalam setahun PPU mendapatkan 1,4 juta tabung dan sampai sekarang sudah sekitar 96 persen yang sudah disalurkan dan sisanya akan sampai akhir tahun ini.

Ia mengatakan, adanya kesulitan untuk mendapatkan gas 3kg karena perubahan karena selama ini warga membeli gas 3 kg di pengecer, sementara sesuai aturan pangkalan tak boleh menjual ke pengecer.

"Kami aturannya pangkalan tak boleh menjual kepada pengecer, karena selama ini warga sering keluhkan harganya mencapai Rp 30 ribu, padahal HET kan hanya Rp 20 ribu. Makanya kami minta agar membeli di pangkalan," tegasnya.

Ia mengatakan, sulitnya warga mendapatkan gas 3 kg bukan karena langka namun ada perubahan distribusi yang awalnya para pangkalan bebas menjual kepada pengecer, kemudian warga membeli kepada pemgecer dengan harga cukup tinggi.

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa (20/11/2018), Kerja Keras Aquarius Terbayar Manis, Taurus Gelisah

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar Janji Usut Tuduhan 4 Pemainnya yang Terima Suap Pengaturan Skor

Namun sekarang pangkalan dilarang menjual kepada pengecer karena wajib untuk melayani masyarakat.

Bagaimana bila ada pangkalan yang menjual kepada pengecer.

Rusli mempersilakan kepada masyarakat untuk melaporkan dan bila terbukti akan diberikan sanksi, mulai penundaan pengiriman, pengurangan jatah sampai penghentian pengiriman.

Sementara untuk membantu masyarakat kata Rusli, pihaknya terus melakukan operasi para gas 3 kg di sejuimlah kelurahan/desa di empat kecamatan.

Namun untuk kegiatan ini tidak bisa dilakukan di setiap kelurahan/desa namun hanya di kelurahan/desa tertentu, dengan alasan kelurahan/desa terdekat bisa datang untuk membeli.

"Misalnya kami OP di Salolong, maka warga di Tanjung Tengah dan Pejala bisa datang karena dekat saja," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved