Berita Samarinda Terkini
Jadwal Mati Air di Samarinda 20 Mei 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak
Warga Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, diminta bersiap menghadapi gangguan distribusi air bersih pada Rabu, 20 Mei 2026.
Ringkasan Berita:
- PERUMDA Tirta Kencana Samarinda mengumumkan gangguan distribusi air bersih pada Rabu, 20 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WITA akibat pekerjaan pengurasan bak sedimentasi IPA Sungai Kapih dengan estimasi pengerjaan 10 jam
- Sejumlah kawasan di Kota Samarinda diperkirakan terdampak penghentian sementara aliran air, mulai dari Jalan Kapten Soedjono, Jalan Damai, Jalan Katamso, hingga sejumlah perumahan dan wilayah booster pelayanan.
TRIBUNKALTIM.CO - Warga Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, diminta bersiap menghadapi gangguan distribusi air bersih pada Rabu, 20 Mei 2026.
PERUMDA Tirta Kencana Samarinda mengumumkan akan melakukan pekerjaan pengurasan bak sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Kapih yang berdampak pada penghentian sementara layanan air di sejumlah kawasan.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @perumdatirtakencana disertai daftar wilayah yang berpotensi terdampak gangguan pelayanan air tidak mengalir.
Dalam pengumuman tersebut dijelaskan bahwa pekerjaan dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dengan estimasi durasi pengerjaan selama satu kali sepuluh jam atau sekitar hingga malam hari.
Baca juga: Mati Air PDAM di Balikpapan 19 Mei 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak
“Rabu, 20 Mei 2026 Pukul 08.00 wita - selesai. Estimasi 1 x 10 Jam. Pekerjaan Pengurasan Bak Sedimentasi IPA Sungai Kapih,” tulis PERUMDA Tirta Kencana dalam pengumuman resminya.
Gangguan distribusi air ini diperkirakan memengaruhi sejumlah kawasan permukiman, jalan utama, hingga area pelayanan booster dan reservoir di Kota Samarinda.
Pengurasan Bak Sedimentasi Dilakukan untuk Menjaga Kualitas Air
Pekerjaan pengurasan bak sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan rutin instalasi pengolahan air bersih.
Bak sedimentasi sendiri adalah salah satu bagian penting dalam sistem pengolahan air minum yang berfungsi mengendapkan lumpur, pasir, dan partikel kotoran dari air baku sebelum diproses menjadi air bersih siap distribusi ke pelanggan.
Dalam proses pengolahan air, sedimentasi memiliki peran penting menjaga kualitas air agar tetap layak digunakan masyarakat.
Apabila bak sedimentasi tidak dibersihkan secara berkala, endapan lumpur dapat menumpuk dan memengaruhi kualitas serta kapasitas distribusi air.
Karena itu, PERUMDA Tirta Kencana melakukan penghentian sementara distribusi air agar proses pengurasan dapat berjalan maksimal dan aman.
Estimasi Pekerjaan Capai 10 Jam
Dalam pengumuman resmi tersebut, pekerjaan diperkirakan berlangsung selama 10 jam.
Artinya, distribusi air di sejumlah wilayah berpotensi terganggu sejak pagi hingga malam hari.
Meski demikian, durasi pekerjaan masih bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi teknis di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2026019_mati-air-samarinda.jpg)