Jumat, 10 April 2026

Berita Video

VIDEO - Bersih-bersih Kampung, Warga Mahulu Gelar Ritual Ngaping Umma'

Kegiatan Tutung dan Ngaping Umaa di Long Bagun tidak digelar dalam waktu yang sudah terjadwal, tetapi lebih kepada situasional, yang dilakukan saat

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Para tokoh adat dari Long Bagun bersama tokoh spiritual dari Long Tuyoq lakukan ritual Tutung dan Ngaping Umaa’ di pinggir jalan kawasan Tikah, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu, Provinsi Kaltim, Sabtu (24/11/2018) siang.  

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Masyarakat Kampung Ujoh Bilang bersama warga Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur menggelar ritual adat, bersih-bersih kampung atau yang bahasa setempat disebut Tutung dan Ngaping Umaa’.

Puluhan orang dari Ujoh Bilang dan Long Melaham datang berkumpul di pinggir ruas Jalan Poros Mahakam Ulu-Kutai Barat, atau persisnya di dekat daerah Sungai Tikah Ujoh Bilang, Sabtu (24/11/2018).

Pengamatan Tribunkaltim.co, banyak di antara warga datang menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat. Ada yang sekaligus membawa berbagai bahan hasil bumi seperti labu dan rempah-rempah, termasuk ayam dan babi yang masih hidup.

Baca: Pemkab Mahulu Siapkan Lahan 200 Hektar untuk Tanami Kakao

Saat itu, Tribunkaltim.co bersua dengan Hang Lawing (68), Ketua Dewan Adat Dayak Long Bagun, di lokasi acara, yang ungkapkan, pelaksanaan Tutung dan Ngaping Umaa merupakan tradisi turun-temurun dari para leluhur.

Kegiatan Tutung dan Ngaping Umaa di Long Bagun tidak digelar dalam waktu yang sudah terjadwal, tetapi lebih kepada situasional, yang dilakukan saat kampung beberapa hari yang lalu mengalami malapetaka bencana.

“Kebetulan di jalan sini ada yang kecelakaan, naik sepeda motor tibat-tiba yang diboncengi jatuh hingga sampai meninggal dunia,” katanya sebelum melakukan ritual pada sebuah Napoq.

Baca: Bupati Mahulu Berikan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kampung Datah Bilang Ilir

Ada lagi, di beberapa rumah warga yang di daerah sepanjang jalan Ujoh Bilang dan Long Melaham juga banyak yang meninggal dunia.

“Sempat ada yang meninggal dunia. Ada lima orang,” ungkapnya.

Melihat kejadian yang dianggap duka nestapa tersebut, pihak adat kampung melakukan ritual yang disebut Tutung dan Ngaping Umaa. Kata Lawing, ritual dilakukan bertujuan untuk menghilangkan hal-hal buruk di sekitaran tempat tinggal.

Secara bahasa, Ngaping Umaa itu bermakna bersih-bersih kampung dengan melakukan doa-doa kepada leluhur demi mendapat perlindungan. Kampung tempat tinggal tidak lagi mendapat bencana.

“Kami lakukan semacam menolak bala. Inginnya tidak lagi kampung kami terkena bencana,” ujar Lawing, yang merupakan pria sub suku Dayak Bahau ini.

Media Ngaping Umaa mesti sediakan telur ayam kampung sebanyak 16 butir yang kemudian ditaruh diujung batang bambu kecil sebanyak 16 batang yang sudah tertancap di tanah.

Baca: Kemenkes RI Kirim Tiga Dokter Spesialis ke Kabupaten Mahulu

Selain itu, juga disediakan dua ekor babi kecil yang masih hidup dan berbagai daun-daunan yang ditaruh dalam sebuah ember berisikan air jernih.

Tempat Tutung dan Ngaping Umaa inilah yang kemudian disebut Napoq, yang diletakan di tempat lokasi kejadian bencana, persis di pinggir jalan, lokasi orang yang meninggal dunia karena jatuh dari sepeda motor.

Pelaksanaan ritual Ngaping Umaa berlangsung sekitar satu jam, yang dipimping oleh tokoh spiritual adat dayak bernama Puleh Ibo yang berasal dari Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim.

Setelah ritual Ngaping Umaa di Napoq sudah selesai, maka tokoh adat dan pimpinan spiritual bersama beberapa warga naik ke kendaraan roda empat, mobil bak terbuka untuk keliling kampung di Ujoh Bilang dan Long Melaham, untuk menebar doa-doa.

Simak Videonya :

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved