Ketua IAGI Kaltim: Kondisi Batuan Sangasanga Lebih Rawan
Semakin dekatnya daerah penambangan dengan pemukiman, jelas akan meningkatkan risiko bagi masyarakat sekitar.
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Fenomena tanah longsor yang terhadi di Sangasanga, Kutai Kartanegara harus dicermati dengan baik. Dua hal yang saling berkaitan yaitu tentang jenis dan kondisi batuan Sangasanga itu sendiri dan aktivitas pertambangan batu bara.
Demikian disampaikan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim, Fajar Alam.
Proses terjadinya longsor, secara umum itu memang kelihatannya berhubungan dengan kegiatan pertambangan di area tersebut. Tapi perlu diingat, ada kejadian sebelumnya juga di Sangasanga itu terkait dengan longsor dan pergeseran tanah.
Secara geologi daerah Sangasanga itu harus dilihat dua hal. Pertama jenis batuannya yang relatif tidak sekompak atau tidak sekuat batuan yang ada di wilayah lebih berat dari Sangasanga.
Seperti misalnya kawasan Samarinda. Sehingga punya potensi lebih besar terganggu jika ada kegiatan penggalian sampai dengan kedalaman tertentu.
Kedua, kekerasan daerah batuan di sana memang lebih rentan bergerak. Bisa saja getaran dan penggalian dengan dimensi tertentu tentu akan memberi gerakan.
"Semestinya kalau sudah direncanakan oleh perusahaan untuk beroperasi di kawasan tersebut, ya harusnya sudah ada kajian teknis tertentu untuk safety. Sehingga punya landasan untuk mengerjakan itu. Harus dipastikan pihak perusahaan. Apakah semua yang dikaji itu sudah memenuhi kaidah? ini yang sulit," ujarnya.
Semakin dekatnya daerah penambangan dengan pemukiman, jelas akan meningkatkan risiko bagi masyarakat sekitar.
Dari batuannya, kalau batuan ketika sedimen mengendap di suatu tempat, kemudian karena proses waktu, maka dia akan membatu.
Ada yang sudah digali dilokasi terdampak itu salah satunya sedimen yang sudah membatu. Dengan kondisi fisik tidak sepadat dan sekompak bagian sebelah barat.
Kedua Ada kondisi geologik yang kemudian terbentuk setelah pengendapan terjadi, yaitu kekar.
Baca juga:
Persija Jakarta Vs Mitra Kukar - Geri Mandagi: Laga Melawan Persija adalah Final
Widodo Cahyono Putro Mundur dari Bali United, Begini Ungkapan Perasaan Irfan Bachdim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/longsor3.jpg)