Begini Cara Polres Berau Tingkatkan Kesadaran Nelayan Terhadap Bahaya Bom Ikan
Sejak lama, kecamatan Batu Putih memang selalu menjadi sorotan karena maraknya aktivitas pengeboman ikan.
TRIBUNKALTIM.CO - Untuk meningkatkankan kesadaran masyarakat terhadap aktivitas penangkapan ikan secara destruktif, Karang Taruna Balikukup, Kecamatan Batu Putih bersama jajaran Polres Berau melalui Pos Polisi Balikukup melakukan kegiatan transpalantasi terumbu karang.
Sejak lama, kecamatan Batu Putih memang selalu menjadi sorotan karena maraknya aktivitas pengeboman ikan.
Aparat kepolisian pun secara konsisten melakukan penindakan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar tidak lagi menangkap ikan secara destruktif.
Polisi sudah beberapa kali memgamankan warga termasuk barang bukti berupa bom ikan.
Baca: Bom Ikan Meledak, Hancurkan Bangunan Polsek
Penggunaan bom ikan selain mengancam populasi ikan dan kerusakan karang, juga membahayakan penggunanya. Sudah banyak kasus, oknum nelayan yang mengalami cacat tetap saat memicu ledakan dari bom yang terbuat dari amonium nitrat yang terdapat dalam kandungan pupuk ini.
Selain itu penggunaan bahan peledak juga termasuk tindak pidana, karena melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan bahan peledak.
Dengan aturan itu, produsen dan pengguna serta pendistribusi bom ikan bisa dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
"Sekarang sudah tidak ada lagi aktivitas pengeboman ikan, karena itu kegiatan kami arahkan ke kegiatan transplantasi terumbu karang, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat," kata Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kapospol Balikukup, Bripka Yusuf kepada Tribunkaltim.co, Senin (3/12/2018).
Saat ini, pihaknya bersama anggota Karang Taruna Balikukup telah menanam sebagian terumbu karang di dasar laut. "Lokasinya di sekitaran Pulau Balikukup dengan luasan 15 X 25 meter," ungkapnya.
Baca: Hampir Saja, Keindahan Bawah Laut Derawan Terancam Bom ikan
Perlu diketahui, transplantasi terumbu karang dengan ukuran ini terbilang cukup luas.
"Kami sedang dalam persiapan lokasi, kami siapkan media tanam dan tranplantasi. Sebagian sudah kami tanam, sisanya untuk kegiatan peresmian yang rencananya digelar hari Kamis (6/12/2018)," imbuhnya.
Yusuf mengajak masyarakat, khususnya nelayan agar menjaga kelestarian laut. Utamanya terumbu karang.
Pasalnya terumbu karang tidak hanya menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan memberikan manfaat ekonomi untuk warga setempat, namun juga menjadi rumah dan tempat ikan mencari makan.
Baca: Sedih. . . Menteri Susi Sebut Pulau Maratua Surga bagi Pengebom Ikan
Kelestarian terumbu karang akan menjaga populasi ikan di wilayah ini tetap melimpah, sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dapat terus melanjutkan dan mengembangkan hasil tangkapannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/karang-taruna-balikukup.jpg)