Mancanegara

Pasutri Gugat Petani Terkait Lonceng Sapi

Pasangan yang tak disebutkan namanya itu tak hanya mengeluhkan suara lonceng sapi tetapi juga bau pupuk dan serangga yang banyak beterbangan di sana.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi sapi berkalung lonceng 

Pernyataan diplomatis juga disampaikan wali kota Holzkirchen, Olaf von Lowis. "Apa yang dipermasalahkan di sini adalah apakah lonceng sapi bisa dianggap sebagai bagian dari budaya pertanian di kawasan ini," ujar Von Lowis.

"Pertanyaan lain adalah sejauh mana memelihara hewan bisa dianggap sebagai gangguan," tambah dia. Von Lowis sebenarnya mengetahui masalahnya yaitu emisi (kotoran dan baunya) dan efeknya (lalat serta serangga lainnya).

"Namun membiarkan hewan-hewan ini merumput merupakan hal lazim di daerah ini dan pilar utama pertanian," tambah dia.

Baca: Pasca Tragedi Longsor di Sangasanga, PT ABN Beri Santunan Rp 10 Juta per KK

Menurut jadwal, pengadilan regional Muenchen akan memutuskan sengketa hukum ini pada Januari. Namun, untuk saat ini setidaknya tak ada suara lonceng sapi untuk sementara. Sapi-sapi Regina Killer akan berada di dalam kandang selama musim dingin. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Sapi-sapinya Pakai Kalung Berlonceng, Petani Jerman Digugat Tetangga https://internasional.kompas.com/read/2018/12/03/20162801/sapi-sapinya-pakai-kalung-berlonceng-petani-jerman-digugat-tetangga

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved