Donald Trump Dianggap Ikut Sebarkan Informasi Hoaks Kerusuhan di Paris

Melalui akun Twitter-nya, Trump telah mentwit ulang sebuah twit dari akun milik aktivis mahasiswa konservatif AS, Charlie Kirk.

Donald Trump Dianggap Ikut Sebarkan Informasi Hoaks Kerusuhan di Paris
Chicago Tribune
Donald Trump 

Donald Trump Dianggap Ikut Sebarkan Informasi Hoaks Kerusuhan di Paris

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dianggap ikut menyebarkan informasi bohong atau hoaks.

Hal ini dikarenakan adanya cuitan di akun twitter Presiden Amerika Serikat tersebut.

Melalui akun Twitter-nya, Trump telah mentwit ulang sebuah twit dari akun milik aktivis mahasiswa konservatif AS, Charlie Kirk, tentang peristiwa kerusuhan di Paris, Perancis.

Jet Pribadi Donald Trump di Bandara LaGuardia Tersenggol Pesawat Lain, Ini Penjelasan Otoritas FAA

"Terjadi kerusuhan di Perancis yang sosialis karena pajak bahan bakar yang radikal. Media hampir tidak menyebutkan hal ini," tulis Kirk dalam twitnya, pada Senin (3/12/2018).

"Amerika sedang booming, sementara Eropa terbakar. Mereka ingin menutupi pemberontakan kelas menengah melawan budaya Marxisme."

"Seruan 'Kami ingin Trump' terdengar di jalanan Paris," lanjut twit Kirk yang kemudian ditwit ulang oleh Trump dan dibagikan kepada 56 juta pengikutnya di Twitter.

Trump kerap menyebut pemberitaan di media besar seperti CNN atau The New York Times, sebagai berita bohong. Namun setelah dilakukan pengecekan fakta oleh AFP terkait twit dari Charlie Kirk, tentang peserta aksi protes di Perancis yang mendukung Trump, ternyata adalah informasi bohong.

Fakta Twit Pada Selasa (4/12/2018), sejumlah media online berbahasa Inggris, memberitakan tentang peserta aksi protes di Perancis yang menyerukan nama Trump.

Pendeta Andrew Brunson (kiri) mendoakan Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu di ruang kerja presiden di Gedung Putih, Sabtu (13/10/2018).
Pendeta Andrew Brunson (kiri) mendoakan Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu di ruang kerja presiden di Gedung Putih, Sabtu (13/10/2018). (AFP / ROBERTO SCHMIDT)

Pemberitaan itu diketahui kemudian didasarkan pada sebuah video yang diposting di Twitter. Video tersebut menampilkan seorang pria mengenakan topeng Trump berdiri di atas bus, sementara pengunjuk rasa lainnya menyerukan "Kami ingin Trump".

Namun faktanya, video tersebut bukanlah rekaman saat aksi di Paris yang dilakukan orang-orang dengan rompi kuning. Video yang menjadi dasar pemberitaan tersebut diambil saat aksi protes menuntut pembebasan Tommy Robinson, mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris, sebuah organisasi sayap kanan di Inggris.

Seragam polisi yang muncul dalam video tersebut juga jelas adalah polisi Inggris dan bukan Perancis. Kerusuhan di Paris yang dimulai oleh pergerakan gilets jaunes atau rompi kuning, adalah bentuk protes atas rencana kenaikan harga solar yang digunakan oleh sebagian besar warga Perancis.

Pergerakan yang awalnya menentang pajak bahan bakar berubah menjadi kemarahan atas naiknya biaya hidup, hingga kebijakan ekonomi Macron. (*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Ikut Sebarkan Hoaks soal Kerusuhan di Paris", https://internasional.kompas.com/read/2018/12/05/09344311/trump-ikut-sebarkan-hoaks-soal-kerusuhan-di-paris

Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved