Kamis, 9 April 2026

Kasus Penyakit Kelainan Kulit yang Diderita Muhammad Arif jadi Perhatian Nasional

Kasus Penyakit Kelainan Kulit yang Diderita Muhammad Arif jadi Perhatian Nasional

Penulis: Siti Zubaidah |
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Muhammad Arif siswa kelas VI SD Kartika yang menderita penyakit kulit dijenguk Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud. 

Kasus Penyakit Kelainan Kulit yang Diderita Muhammad Arif jadi Perhatian Nasional

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Masih Ingat kasus Muhammad Arif, pelajar Balikpapan yang mengalami penyakit kelainan kulit setelah divaksin Measles Rubella (MR)? Kasus Arif ini akhirnya menjadi perhatian khusus Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pusat Dr dr Hindra Irawan Satari, SpA(K) MTropPaed.
Demi memberikan pemahaman dan keamanan mengenai Measles Rubella (MR), Pemkot Balikpapan menggelar pertemuaan dan koordinasi kepada warga dan para instansi terkait. Pertemuan itu dilaksanakan di Aula Pemkot Balikpapan, Selasa (4/12/2018).

Ketua Komnas KIPI menyebutkan, penyakit yang dialami Arif sebenarnya jarang menyerang anak-anak. "Penyakit ini sebenarnya penyakit autoimun, bukan penyakit infeksi. Jadi memang ada kelainan digennya apapun bisa menjadi pencetusnya," kata Hindra kepada Tribun Kaltim.

Menurut Hindra, bisa jadi penyebabnya dari jamur, bakteri, bahkan bisa dari antibiotik, dan jika seseorang mengalami stress. "Munculnya saja kebetulan, atau dia memiliki riwayat bisa menjadi pencetus untuk anak-anak. Di Indonesia juga ada tapi tidak banyak, kasus Arif ini menjadi perhatian nasional," ujar Hindra.

Dia pun menjelaskan, kasus Arif ini tidak bisa dibilang, bahwa itu berkaitan dengan MR. "Karena cuma berapa orang yang mengalami, kecuali kalau banyak. Kami sudah mengevaluasi," ucapnya

Hindra menyebutkan, nantinya Vaksin MR ini akan dijadikan program nasional. "Sebetulnya untuk melakukan vaksin sudah dilatih, mereka harus bisa melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah anak yang akan divaksin itu sakit atau tidak. Mereka itu sudah terampil," katanya.

Sementara itu, dr Roby S Firmansyah, M Kes, Sp KK, Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Rumah Sakit kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan, menjelaskan, sudah melakukan diskusi dengan dokter Ismail dan dinyatakan kondisi Arif saat ini sudah membaik. "Untuk farmasi kita beli terserah mereka impor dari mana. Sudah tersedia, namun hanya ada di rumah sakit tipe B. Memang bukan hanya obat kulit, ada penyakit dalam juga," kata Robby.

Saat ini, lanjut Robby, hanya menekan reaksi imun berlebih. "Kesembuhan sudah bagus sekali, saya tidak bisa bilang 100 persen. Tapi sudah beraktivitas normal," kata Robby.

Baru Tercapai 82,14 Persen

KABID Pencegahan dan Pengendali Penyakit DKK Balikpapan Ester Vonny mengatakan, kegiatan ini adalah pertemuan koordinasi tentang keamanan vaksin MR. "Salah satunya adalah untuk penyampaian penjelasan tentang status kasus terduga KIPI imunisasi MR yang terjadi di Kota Balikpapan," kata Vonny.

Seperti diketahui bahwa pelaksanaan vaksin MR di Balikpapan belum mencapai target. Masih ada beberapa warga di Balikpapan yang menolak untuk melakukan vaksin MR. "Pelaksanaan vaksin di Balikpapan terus berjalan dan diperpanjang hingga akhir tahun. Saat ini capaiannya sudah 82,14 persen," ujar Vonny.

Vonny menambahkan, kegiatan ini juga dalam rangka menindaklanjuti hasil konsultasi kasus KIPI di Kementerian Kesehatan RI, yang berencana melakukan kunjungan di Kota Balikpapan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Komnas KIPI Pusat yang juga memberikan materi tentang keamanan vaksin MR dan Perdoski Pusat yang memberikan pemahaman mengenai penyakit kulit Psoriasis. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved