Komisioner KPU
Hasil Tes Kesehatan Diserahkan ke Timsel KPU Kab/Kota, Perlu Pembahasan tim Dokter Siap Dipanggil
dr. Nurliana Adriati Noor mengatakan pihaknya tidak bisa membeberkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut ke publik.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
"Itu bisa terkontrol dan itu dianggap mampu selama bisa dikoreksi. Kecuali kerusakan permanen yang mengganggu pekerjaan," ujarnya.
Selain itu Nana juga menegaskan pemeriksaan kesehatan tak hanya menyangkut fisik, melainkan pula Kognitif. Seperti rekomendasi kesehatan terhadap mantan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.
Meskipun secara fisik Awang Faroek kesulitan dalam mobilitas, namun ia tetap bisa lolos tes kesehatan lantaran memikiki kognitif yang bagus.
"Kalau pak Awang itu yang diminta kognitif. Motoriknya tidak bisa. Tapi kognitifnya bagus. Hanya mobilitas yang terganggu. Pemeriksaan dari AWS, RSCM, sampai Singapura, menyatakan kognitif beliau bagus. Ternyata dengan bantuan kursi roda bisa terbantu. Tapi seandainya saat itu kognitifnya (pak Awang) jelek, ya tetap tidak mampu," ungkapnya. (dmz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/seleksi-anggota-komisi-pemilihan-umum-kpu.jpg)